HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — PSMS Medan mulai memanaskan persiapan menghadapi kompetisi Championship 2026/2027. Meski musim lalu belum menunjukkan performa yang benar-benar dominan di Liga 2, Ayam Kinantan tetap percaya diri menyusun skuad yang mampu bersaing dengan klub-klub besar Indonesia.
Optimisme itu terlihat dari keseriusan manajemen memanfaatkan ajang Piala Presiden Elite 2026 sebagai wadah seleksi pemain asing. Turnamen pramusim tersebut menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk menentukan legiun asing terbaik sebelum kompetisi resmi dimulai.
Menariknya, apabila berhasil promosi ke Super League pada musim berikutnya, PSMS berpeluang kembali menghadapi klub-klub elite seperti Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Persib Bandung, PSM Makassar, hingga Borneo FC.
Empat Pemain Asing Jalani Trial
PSMS Medan saat ini tengah menguji kemampuan empat pemain asing dengan latar belakang berbeda.
Mereka berasal dari kompetisi Eropa, Timur Tengah hingga pemain yang pernah tampil di ajang Piala Dunia Antarklub FIFA.
Tim pelatih akan memanfaatkan penampilan mereka selama Piala Presiden Elite 2026 sebagai bahan evaluasi sebelum menentukan siapa yang layak dikontrak.
Saná Gomes Perkuat Lini Belakang
Nama pertama yang mengikuti trial adalah Saná Gomes atau Saná Quide.
Bek kiri berusia 26 tahun asal Guinea-Bissau itu juga memiliki paspor Portugal.
Selain beroperasi di sisi kiri pertahanan, ia mampu bermain sebagai bek tengah maupun gelandang kiri sehingga memberikan fleksibilitas bagi tim.
Sebelum datang ke Indonesia, Saná memperkuat Hapoel Haifa di Liga Utama Israel.
Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasarnya mencapai sekitar 350 ribu euro dan ia telah mengoleksi tujuh penampilan bersama Timnas Guinea-Bissau.
Jonito Soares Tambah Opsi di Lini Depan
Di sektor penyerang, PSMS menguji kemampuan Jonito Soares Cassamá.
Striker berusia 23 tahun tersebut memiliki tinggi badan 1,85 meter dan dikenal kuat dalam duel udara.
Sebelumnya, Jonito bermain untuk Dibba SCC di Liga Pro Uni Emirat Arab dengan nilai pasar sekitar 250 ribu euro.
Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan daya gedor Ayam Kinantan yang musim lalu dinilai belum cukup tajam.
Fabrizio Tavano Paling Berpengalaman
Sementara itu, nama yang paling sarat pengalaman adalah Fabrizio Tavano.
Gelandang serang berusia 32 tahun tersebut memiliki kewarganegaraan Meksiko, Italia, dan Selandia Baru.
Tavano pernah membela Auckland City FC dan menjadi bagian dari skuad yang meraih peringkat ketiga pada FIFA Club World Cup 2014.
Pengalaman bermain di level internasional diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi permainan PSMS.
Bangun Fondasi untuk Kembali ke Super League
Langkah agresif PSMS mendatangkan pemain asing menunjukkan ambisi besar klub asal Medan tersebut untuk kembali bersaing di papan atas sepak bola Indonesia.
Meski belum tampil terlalu menonjol pada musim lalu, manajemen tampaknya ingin membangun fondasi yang lebih kuat melalui kombinasi pemain lokal dan legiun asing berpengalaman.
Jika proses seleksi berjalan sesuai harapan dan para pemain mampu beradaptasi dengan cepat, PSMS Medan berpeluang menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan tiket promosi ke Super League musim depan.
Dengan tradisi besar yang dimiliki serta dukungan suporter fanatik, Ayam Kinantan berharap dapat segera kembali bersaing menghadapi raksasa-raksasa sepak bola Indonesia seperti Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Persib Bandung, hingga PSM Makassar.






Komentar (0)