Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah

okezone.com
21 jam lalu
Cover Berita

NEW DELHI – Protes besar-besaran menuntut akuntabilitas dan reformasi di India semakin meluas dalam sepekan terakhir. Protes ini bermula dari skandal ujian yang kemudian meningkat menjadi demonstrasi serta tuntutan yang lebih luas di seluruh negeri.

Protes yang dipimpin oleh gerakan Cockroach Janta Party (CJP) yang digerakkan melalui media sosial ini telah muncul sebagai salah satu tantangan terbesar bagi pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi sejak terpilih kembali pada tahun 2024.

Gerakan CJP, yang memiliki jutaan pengikut di media sosial, awalnya muncul pada bulan Mei sebagai respons satir terhadap Ketua Mahkamah Agung Surya Kant, yang dilaporkan menyamakan kaum muda dengan "kecoa" dan "parasit" selama sidang pengadilan.

Baca Juga :
Kunjungan PM Modi ke Candi Prambanan, Menpar: Jadi Jembatan Pariwisata Budaya dan Spiritual Indonesia-India

Protes tersebut dipicu oleh beberapa penyimpangan dalam pelaksanaan ujian, termasuk kebocoran soal ujian masuk kedokteran India yang memaksa lebih dari dua juta kandidat untuk mengulang ujian. Kontroversi lain yang melibatkan penilaian secara online pada ujian yang diikuti oleh hampir dua juta siswa sekolah menengah juga turut memicu kemarahan publik.

Gerakan ini, yang terutama didorong oleh mahasiswa dan generasi muda, telah memperluas agendanya hingga mencakup kekhawatiran tentang pengangguran, penyediaan peluang bagi kaum muda, serta kritik terhadap apa yang mereka gambarkan sebagai gaya pemerintahan yang semakin otoriter dari pemimpin sayap kanan Hindu, Modi.

Kampanye ini juga mendapat dorongan pada Rabu (22/7/2026) di dalam parlemen dari anggota parlemen oposisi, termasuk Rahul Gandhi dari Partai Kongres, yang menuntut pemerintah meminta maaf atas tindakan keras polisi terhadap demonstrasi besar pada Senin (20/7/2026).

Baca Juga :
Momen Prabowo dan Modi Resmikan Kerja Sama Indonesia-India untuk Konservasi Candi Prambanan

Pada Senin lalu, polisi menembakkan gas air mata dan memukul puluhan ribu demonstran dengan pentungan saat mereka mencoba berbaris menuju parlemen pada hari pembukaan sesi monsun. Aksi tersebut menjadi demonstrasi jalanan terbesar di ibu kota dalam lima tahun terakhir.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menko Polkam Tegaskan Wacana Larangan Vape Hanya Untuk yang Mengandung Narkoba
• 20 jam lalu
0
thumb
Apa Itu Universitas Republik Indonesia, Lembaga Baru yang Dibentuk Pemerintah?
• 5 jam lalu
0
thumb
Harga CPO Naik, Ditopang Risiko El Nino hingga Prospek Permintaan Biodiesel
• 21 jam lalu
0
thumb
GHES 2026: Tegaskan Komitmen, PLN Terus Bangun Ekosistem Hidrogen Nasional
• 19 jam lalu
0
thumb
Hengkang ke Persib? Persija Resmi Pinjamkan Cyrus Margono  ke Sesama Klub Super League
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.