Moms, pernah mendengar anggapan bahwa ASI yang diperah pada pagi dan malam hari memiliki kandungan yang berbeda? Ternyata, anggapan ini memang ada benarnya. Meski begitu, bukan berarti salah satunya lebih baik dibandingkan yang lain.
Dokter spesialis anak sekaligus konselor ASI, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan bahwa komposisi ASI berubah secara alami mengikuti ritme sirkadian atau jam biologis tubuh ibu. Perubahan ini membuat kandungan hormon dan zat bioaktif di dalam ASI sedikit berbeda antara pagi dan malam hari. Namun, semua ASI tetap bernutrisi dan menjadi asupan terbaik untuk bayi.
Perbedaan Kandungan ASI Pagi dan MalamMenurut dr. Aisya, pada pagi hingga siang hari ASI cenderung mengandung kadar kortisol yang lebih tinggi. Hormon ini secara alami meningkat pada pagi hari dan membantu bayi menjadi lebih waspada serta siap beraktivitas.
Selain itu, kadar melatonin di dalam ASI pagi relatif sangat rendah karena produksinya ditekan oleh paparan cahaya. ASI pagi juga umumnya memiliki kandungan air yang lebih tinggi sehingga membantu memenuhi kebutuhan cairan bayi.
"Kadar hormon dalam ASI mengikuti ritme sirkadian tubuh ibu, sehingga komposisinya memang bisa berbeda antara pagi dan malam," kata dr. Aisya Fikritama, Sp.A kepada kumparanMOM, Kamis (23/7).
Sebaliknya, saat malam hari terjadi perubahan hormonal yang membuat kandungan ASI ikut berubah. Pada waktu ini, ASI mengandung lebih banyak melatonin, yaitu hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur dan bangun bayi.
Selain melatonin, ASI malam juga mengandung kadar triptofan yang lebih tinggi. Triptofan merupakan bahan pembentuk serotonin dan melatonin yang dapat membantu bayi merasa lebih rileks. Beberapa jenis nukleotida yang berperan dalam menjaga kualitas tidur juga ditemukan dalam kadar yang lebih tinggi pada malam hari.
“Karena bayi baru lahir belum mampu memproduksi melatonin dalam jumlah yang cukup, ASI malam dapat membantu mendukung pematangan jam biologisnya,” jelasnya.
Benarkah ASI Malam Lebih Berlemak?Meski sering beredar anggapan bahwa ASI malam lebih berlemak, dr. Aisya menegaskan hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang kuat yang mendukung klaim tersebut.
“Kadar lemak ASI lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi payudara, seperti seberapa penuh atau kosong payudara saat menyusui, frekuensi menyusui atau memompa ASI, serta lama sesi menyusui,” kata dr. Aisya.
Memang, beberapa penelitian menemukan adanya sedikit peningkatan kadar lemak pada sore hingga malam hari. Namun, hasil penelitian tersebut belum konsisten sehingga belum dapat disimpulkan bahwa ASI malam selalu memiliki kandungan lemak lebih tinggi dibandingkan ASI pagi.
Perlukah ASI Hasil Pumping Dipisahkan Berdasarkan Waktu?Hal tersebut tidak wajib dilakukan, Moms. Meski konsep chrononutrition mengenalkan pemberian nutrisi sesuai ritme biologis tubuh, hingga saat ini memisahkan ASI hasil pumping berdasarkan waktu pemerahannya bukan merupakan suatu keharusan.
“Yang terpenting, bayi tetap mendapatkan ASI karena semua ASI, kapan pun diperah, tetap kaya nutrisi dan bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembangnya,” tutup dr. Aisya.






Komentar (0)