JAKARTA, DISWAY.ID-- Prestasi atlet tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan persiapan fisik, tetapi juga oleh kekuatan mental saat menghadapi tekanan pertandingan.
Pesan tersebut disampaikan Ratu Wushu Indonesia Lindswell Kwok kepada Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, dalam rangkaian visitasi cabang olahraga jelang Asian Games 2026.
Menurut Lindswell, yang pernah merasakan atmosfer persaingan multi-event internasional, menjaga kondisi psikologis atlet menjadi salah satu faktor penting yang dapat menentukan performa di arena pertandingan.
BACA JUGA:DPR Soroti Kode 'Lima Jari' di Kasus Penjual BBM Eceran Way Kanan
Lindswell, peraih medali perak Asian Games Incheon 2014 dan medali emas Asian Games 2018, kini menjadi pelatih di pelatnas wushu menjelang Asian Games 2026.
Bagi CdM Todotua, masukan dari atlet dan mantan atlet menjadi bagian penting dalam membangun sistem pelayanan kontingen Indonesia.
"Kami ingin mendengar langsung dari mereka yang pernah berada di lapangan. Atlet dan mantan atlet adalah pihak yang paling memahami kebutuhan selama mengikuti multi-event. Masukan-masukan seperti inilah yang menjadi bekal kami untuk memastikan pelayanan kepada kontingen benar-benar menjawab kebutuhan atlet," terang Todotua.
Ia menegaskan tugas CdM bukan hanya mengatur keberangkatan, tetapi memastikan seluruh kebutuhan atlet terpenuhi agar mereka bisa berkonsentrasi penuh menghadapi pertandingan.
"Kami ingin atlet datang ke arena hanya memikirkan pertandingan. Setiap cabang olahraga memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu kami datang, berdiskusi, mendengar pengalaman mereka, lalu menyiapkan solusi yang paling sesuai," papar Todotua.
BACA JUGA:Nasib Gaji ke-13 PPPK Paruh Waktu Terungkap, Dinkes DKI Sebut Keputusan Ada di Pemerintah Pusat
Lindswell menekankan bahwa kesiapan mental atlet sangat berkaitan dengan bagaimana seluruh kebutuhan mereka dipersiapkan sebelum pertandingan. Pengalaman bertanding di level internasional menunjukkan bahwa dukungan yang baik di luar arena dapat meningkatkan rasa percaya diri atlet.
"Ketika kita menjalani training camp di luar negeri, perlengkapan lengkap, baju disiapkan dengan baik, semuanya dipersiapkan dengan matang, suasananya berbeda sekali ketika masuk ke arena pertandingan. Mental atlet menjadi jauh lebih siap," ungkap Lindswell.
Lindswell, lima kali juara dunia wushu nomor Taijiquan dan Taijijian, menilai aspek psikologis semakin penting bagi cabang olahraga yang mengandalkan performa individu. Selain itu, kenyamanan akomodasi, transportasi, hingga kebutuhan pendukung lainnya sangat membantu atlet menjaga fokus.
"Yang paling penting sebenarnya adalah psikologis atlet. Kepercayaan diri mereka saat berada di arena sangat dipengaruhi oleh bagaimana persiapannya dibangun sejak jauh-jauh hari," pungkasnya.






Komentar (0)