Didampingi KPK, Riau Petroleum Klaim Laba Naik Rp157,46 Miliar dari Pengelolaan PI Migas

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pekanbaru, tvOnenews.com - PT Riau Petroleum mencatat peningkatan laba melalui sejumlah anak usahanya yang mengelola Participating Interest (PI) di sejumlah wilayah kerja minyak dan gas bumi. Peningkatan tersebut disebut mencapai Rp157,46 miliar dibandingkan kondisi sebelum adanya dukungan Koordinasi dan Supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta penguatan tata kelola perusahaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan peningkatan kinerja PT Riau Petroleum merupakan hasil sinergi sejumlah faktor, termasuk pendampingan melalui fungsi Koordinasi dan Supervisi KPK dalam pengelolaan PI 10 persen.

“Keberhasilan Riau Petroleum tersebut saya lihat merupakan hasil sinergi berbagai faktor, mulai dari Koordinasi dan Supervisi KPK, penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan efisiensi operasional, optimalisasi pengelolaan bisnis, hingga perkembangan industri hulu migas secara nasional,” kata SF Hariyanto.

Menurutnya, penguatan tata kelola perusahaan harus terus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Upaya tersebut mencakup pemantauan dan evaluasi kinerja perusahaan secara berkelanjutan, kepatuhan terhadap regulasi, penguatan manajemen risiko, serta peningkatan kontribusi dividen kepada daerah.

SF Hariyanto menilai, langkah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan kinerja BUMD sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab.

Direktur Utama PT Riau Petroleum, Husnul Kausarian, mengatakan perusahaan memperoleh dukungan khusus dari KPK melalui fungsi Koordinasi dan Supervisi selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2025 hingga 2026, dalam pengelolaan PI 10 persen di Provinsi Riau.

“Alhamdulillah, selama dua tahun berturut-turut, dari 2025 hingga 2026, Riau Petroleum mendapat dukungan khusus terhadap pengelolaan PI 10 persen di Provinsi Riau,” ujar Husnul, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan, dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola perusahaan melalui peningkatan transparansi, akuntabilitas, kepatuhan, dan profesionalisme dalam pengelolaan BUMD sektor migas.

Berdasarkan kompilasi data kinerja PT Riau Petroleum tahun 2025, sejumlah anak perusahaan yang mengelola PI mencatat peningkatan laba dibandingkan kondisi sebelum adanya dukungan Koordinasi dan Supervisi KPK serta penguatan tata kelola perusahaan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Truk Kontainer Antre di Badan Jalan, Lalu Lintas Bekasi-Cakung Tersendat-Beranda Nasional
• 4 jam lalu
0
thumb
Pemerintah fasilitasi 8,8 juta siswa Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas
• 18 jam lalu
0
thumb
Saham Grup Barito Terbang, Prajogo Pangestu Rebut Lagi Takhta Orang Terkaya Indonesia
• 20 jam lalu
0
thumb
Tips Liburan Low Budget yang Tidak Bikin Dompet Meringis
• 21 jam lalu
0
thumb
Jaksa Agung Mutasi Delapan Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Aceh hingga Sulsel
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.