Perseroan berencana menerbitkan hingga 800 juta saham baru atau setara 9,22 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
IDXChannel – PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) tengah mempersiapkan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement sebagai bagian dari rencana ekspansi usaha.
Pada perdagangan sesi I Kamis (23/7/2026), saham HATM ditutup menguat 1,87 persen ke level Rp436. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,51 persen ke posisi 6.430.
Perseroan berencana menerbitkan hingga 800 juta saham baru atau setara 9,22 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga pelaksanaan akan ditetapkan paling sedikit sebesar 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham HATM selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum pengajuan pencatatan saham tambahan.
Apabila seluruh saham baru diterbitkan, aksi korporasi tersebut berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang tidak berpartisipasi hingga sekitar 8,44 persen.
Direktur Utama PT Habco Trans Maritima Tbk, Andrew Kam, mengatakan dana hasil private placement akan digunakan untuk pembelian kapal guna mendukung partisipasi perseroan dalam tender pengangkutan internasional.
“Kami ingin membawa HATM tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga menjadi salah satu pemain yang berpengaruh di kawasan Asia Pasifik dalam 10 hingga 15 tahun ke depan,” ujar Andrew dalam wawancara bersama CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya, Kamis (23/7/2026).
Terkait potensi masuknya investor strategis dalam rencana private placement, Andrew mengatakan perseroan belum dapat memberikan informasi lebih lanjut. Menurut dia, peluang masuknya investor strategis akan bergantung pada perkembangan proses aksi korporasi tersebut.
Saat ini, HATM mengoperasikan armada kapal berkapasitas 30.000 DWT, 50.000 DWT, hingga 90.000 DWT. Perseroan mencatat tingkat utilisasi armada mencapai 99-100 persen pada kuartal II-2026. Adapun sekitar 80-85 persen pendapatan HATM berasal dari kontrak jangka panjang dengan pelanggan di sektor pertambangan dan industri pengolahan.
Selain private placement, perseroan juga menjajaki fasilitas pinjaman perbankan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal dengan tetap menjaga struktur pendanaan.
“Apabila HATM berhasil memenangkan tender di pasar internasional, kontribusi bisnis baru tersebut diperkirakan dapat meningkatkan laba bersih perseroan sekitar 20 persen-25 persen,” lanjut Andrew.
Dari sisi kinerja, laba HATM pada kuartal I-2026 sempat tertekan akibat keterlambatan penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta tingginya curah hujan yang menghambat aktivitas bongkar muat. Memasuki kuartal II-2026, perseroan menyebut kondisi operasional mulai membaik seiring meningkatnya volume angkutan.
Perseroan juga menyampaikan optimisme bahwa kinerja pada semester II-2026 dapat lebih baik dibandingkan paruh pertama tahun ini.
Sementara itu, Senior Technical Analyst Sucor Sekuritas Reyhan Pratama menilai level Rp438 menjadi area konfirmasi yang perlu ditembus untuk membuka peluang penguatan harga saham. Dia merekomendasikan strategi buy on breakout di atas level tersebut, dengan stop loss di bawah Rp390 serta target harga Rp476 dan Rp535.
(Shifa Nurhaliza Putri)






Komentar (0)