HARIAN.FAJAR.CO.ID, BARRU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Profesi Kesehatan (PK) 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu berupa Pendataan dan Penilaian Status Gizi Balita sebagai Deteksi Dini Masalah Gizi di Posyandu Camming, Desa Palakka, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Rabu, 15 Juli 2026.
Program ini bertujuan mendukung upaya deteksi dini berbagai permasalahan gizi pada balita, seperti stunting, wasting, underweight, dan overweight melalui pengukuran antropometri serta penilaian status gizi sesuai standar Kementerian Kesehatan dan World Health Organization (WHO). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memperkuat pelayanan kesehatan preventif di tingkat masyarakat.
Kelompok KKN Gelombang 116 Profesi Kesehatan 69 Desa Palakka terdiri atas Jonathan Louis Wijaya, Andi Azhiimah Muizzah Hamka, Izzah Ghaniyyah Syafruddin, Sulfiah Ayu Lestari, Mario Heindrich Siyulan, Elya Eriyanti, dan Tri Banowati. Program kerja ini merupakan program individu yang diinisiasi oleh Elya Eriyanti.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pendataan identitas balita yang mengikuti pelayanan Posyandu.
Selanjutnya, mahasiswa melakukan pengukuran berat badan, panjang atau tinggi badan, serta pencatatan umur balita sebagai dasar penilaian status gizi. Hasil pengukuran kemudian dianalisis menggunakan indikator antropometri untuk mengetahui kondisi pertumbuhan masing-masing balita.
Selain melakukan pengukuran, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai hasil penilaian status gizi anak. Orang tua diberikan penjelasan terkait kondisi pertumbuhan balita, pentingnya pemantauan rutin di Posyandu, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sesuai usianya.
Sebagai media edukasi lanjutan, mahasiswa membagikan leaflet yang berisi informasi mengenai pemantauan pertumbuhan balita, penerapan gizi seimbang, serta pentingnya deteksi dini masalah gizi.
Leaflet tersebut diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi orang tua maupun kader Posyandu dalam mendukung pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.
Elya Eriyanti menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya pemantauan status gizi balita sejak dini.
Menurutnya, masa balita merupakan periode emas pertumbuhan sehingga diperlukan pemantauan yang rutin agar setiap penyimpangan pertumbuhan dapat segera diketahui dan ditangani.
“Melalui kegiatan ini kami berharap orang tua semakin memahami pentingnya memantau pertumbuhan balita secara rutin di Posyandu. Dengan deteksi dini, berbagai masalah gizi dapat diketahui lebih awal sehingga penanganannya dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Kami juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pemantauan status gizi merupakan bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak yang optimal,” ujar Elya.
Program kerja ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan kader Posyandu Desa Palakka.
Antusiasme orang tua terlihat selama proses pengukuran maupun sesi edukasi, ditandai dengan tingginya partisipasi dalam berdiskusi mengenai pertumbuhan dan kebutuhan gizi anak.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan status gizi balita semakin meningkat. Data hasil pendataan juga diharapkan dapat menjadi informasi pendukung bagi kader Posyandu dan tenaga kesehatan dalam merencanakan program pencegahan serta penanganan masalah gizi di Desa Palakka sehingga tercipta generasi yang lebih sehat, tumbuh optimal, dan bebas dari masalah gizi. (*)






Komentar (0)