Pantau - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan setiap serangan terhadap infrastruktur negaranya akan dibalas dengan respons yang kuat dan tegas, serta negara yang mendukung serangan tersebut akan dianggap sebagai sasaran sah.
Araghchi menyampaikan peringatan itu melalui platform X di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Ia mengatakan, "Doktrin pertahanan kami jelas, mata ganti mata. Setiap agresi terhadap Iran, termasuk terhadap infrastruktur kami, akan memaksa kami untuk memberikan respons yang kuat dan tegas."
Araghchi menambahkan pihak yang terlibat atau memberikan dukungan dalam bentuk apa pun terhadap agresi tersebut juga akan menjadi sasaran balasan Iran.
Pernyataan Muncul Setelah Ancaman TrumpPernyataan Araghchi disampaikan beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan akan menyerang infrastruktur Iran apabila Teheran menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Trump menyatakan Amerika Serikat akan menyerang jembatan atau pembangkit listrik Iran sebagai balasan atas serangan rudal, drone, maupun bentuk serangan lain terhadap kapal-kapal komersial di jalur pelayaran strategis tersebut.
Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf memperingatkan tidak ada negara di kawasan yang akan mampu menjual minyak apabila Iran dicegah melakukan ekspor.
Qalibaf juga menyatakan Selat Hormuz tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang dan keamanan kawasan bergantung pada tidak adanya pasukan Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Ketegangan di Selat Hormuz Terus MeningkatSaling balas pernyataan antara pejabat tinggi Iran dan Amerika Serikat mencerminkan meningkatnya ketegangan terkait Selat Hormuz setelah perang antara kedua negara.
Ketegangan tersebut juga dipicu sengketa yang masih berlangsung mengenai pengaturan navigasi dan keamanan di jalur pelayaran strategis itu.





Komentar (0)