4 Ruangan Rusak, Siswa SDN di Grobogan Belajar Bergantian dan Santap MBG di Halaman

rctiplus.com
4 jam lalu
Cover Berita
4 Ruangan Rusak, Siswa SDN di Grobogan Belajar Bergantian dan Santap MBG di HalamanNasional | inews | Kamis, 23 Juli 2026 - 11:39Dengarkan Berita

GROBOGAN, iNews.id – Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG) di halaman sekolah. Empat ruangan rusak parah dan telah berlangsung selama beberapa bulan membuat kegiatan belajar maupun makan siswa menjadi kurang nyaman.

Saat pelaksanaan MBG pada Kamis (23/7/2026) pagi, angin kencang tiba-tiba berembus hingga menerbangkan debu ke area tempat siswa makan. Sebagian siswa berhamburan mencari tempat yang lebih aman, sementara lainnya tetap bertahan sambil menutupi makanan agar tidak terkena debu.

Kerusakan bangunan sekolah sebenarnya telah terjadi sejak Januari 2026 akibat usia bangunan yang sudah tua. Kondisi memburuk pada April 2026 setelah salah satu ruang kelas ambruk.

Peristiwa itu terjadi saat tidak ada aktivitas belajar sehingga tidak menimbulkan korban. Saat ini, empat ruangan telah dikosongkan karena dinilai membahayakan keselamatan siswa dan guru. Dua ruang lainnya juga berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

Baca Juga:Kunjungi Madura, Prabowo Disambut Meriah Ribuan Warga di Sampang

Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah mengatakan, seluruh siswa harus belajar secara bergantian dengan memanfaatkan ruang kelas yang masih layak digunakan. Bahkan, musala sekolah juga difungsikan sebagai ruang belajar untuk siswa kelas V.

"Yang roboh ada dua ruangan tapi memang dari ujung Selatan sampai Utara itu ada empat ruangan. Saya tidak berani menempatkan anak-anak dalam proses pembelajaran di situ," ujar Juwariyah.

Kegiatan MBG yang dilaksanakan di halaman sekolah kerap terkendala cuaca, terutama saat angin kencang yang membuat debu beterbangan dan mengganggu kenyamanan siswa saat makan bersama.

Anita, siswi kelas VI SDN Tanggirejo mengaku sempat khawatir ketika angin kencang datang saat pelaksanaan MBG. Debu yang beterbangan membuat sebagian makanan tercampur kotoran sehingga mengurangi kenyamanan saat menyantap hidangan.

"Semoga sekolahannya segera dibangun," kata Anita. 

Pihak sekolah mengkhawatirkan kondisi akan semakin sulit ketika musim hujan tiba. Air hujan kerap masuk ke ruang belajar yang masih digunakan sehingga proses belajar mengajar berpotensi semakin terganggu.

Baca Juga:Duplik Jadi Pembelaan Terakhir, Nadiem Sebut Dituntut Lebih Besar dari Teroris

Pihak sekolah telah mengajukan proposal rehabilitasi kepada pemerintah. Para siswa dan guru berharap perbaikan empat ruang kelas yang rusak berat segera dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dan pelaksanaan program MBG dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

#jateng

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pertamina Bangun Fasilitas Bioetanol di Banyuwangi untuk Dukung Target E10 dan Perkuat Ketahanan Energi
• 13 jam lalu
0
thumb
Pria di Bangka Selatan Tusuk Anak 14 Tahun hingga Tewas gegara Tersinggung
• 7 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Pegadaian Galeri 24, UBS dan Antam Hari Ini Melonjak Semua
• 7 jam lalu
0
thumb
Lawan Timnas Indonesia, Pelatih Singapura Gavin Lee Turunkan Kekuatan Penuh dalam Skuad Piala AFF 
• 22 jam lalu
0
thumb
Harga CPO Naik, Ditopang Risiko El Nino hingga Prospek Permintaan Biodiesel
• 25 menit lalu
0
Berhasil disimpan.