Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku prihatin dengan kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang roboh hampir 2 tahun dan tak kunjung diperbaiki.
Pramono menyebut kondisi tersebut menjadi tamparan bagi dirinya sebagai kepala daerah.
"Dan yang jelas bagi Jakarta, terutama bagi saya pribadi, pendidikan yang kemudian seperti itu benar-benar menampar muka saya lah gitu," ucap Pramono kepada wartawan, Kamis, 23 Juli 2026.
Dia menuturkan, baru mengetahui kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 setelah viral di media sosial.
Maka dari itu, Pramono segera memutuskan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun kembali sekolah yang sudah roboh hampir dua tahun tersebut.
"Kebetulan kemarin kami sudah rapatkan dan hari ini dirapatkan kembali untuk diputuskan," tutur dia.
Pramono juga menyebut dirinya akan meninjau langsung kondisi SDN Kebayoran Lama 09 pada Jumat, 24 Juli 2026 esok.
"Besok saya akan melakukan kunjungan ke lapangan. Intinya adalah pendidikan bagi saya pendidikan, kesehatan, dan sosial itu bagi saya adalah hal yang paling mendasar yang harus diperbaiki di Jakarta," pungkas Pramono.
Sebelumnya diberitakan, SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi kini menjadi sorotan karena bangunannya tak layak digunakan akibat roboh dua tahun lalu.
- ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Meski berada di Ibukota, namun SD tersebut terlihat terbengkalai karena tidak ada kegiatan belajar mengajar karena bangunan tak kunjungi diperbaiki oleh pemerintah daerah.
Berdasarkan pantauan, bangunan yang roboh nampak begitu mengkhawatirkan, rangka atap ambruk ke dalam ruangan kelas.
Sementara suasana di dekat bangunan yang ambruk nampak begitu kumuh dan tak terawat, daun-daun yang berjatuhan terlihat berceceran seperti tidak ada yang membersihkan.
Meski tidak semua bangunan roboh, tetapi sekolah tersebut harus ditinggalkan para muridnya untuk sementara hingga adanya perbaikan dan membuat siswa kembali nyaman untuk melakukan kegiatan belajar.
Salah satu orang tua murid, Evi (33) menceritakan awal mula kejadian robohnya bangunan sekolah. Ia mengatakan, bahwa bangunan sudah hampir dua tahun tidak diperbaiki.
"Awalnya ya itu kejadian kan pas libur Pilkada (2024). Jadi nggak ada yang tahu, penjaga sekolah pun nggak ada yang tahu," katanya, Selasa 21 Juli 2026.






Komentar (0)