Lhokseumawe: Ketua Yayasan Sukma Bangsa, Lestari Moerdijat, menyebut Sekolah Sukma Bangsa bukan hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi sekolah kehidupan yang mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan pembelajaran.
Lestari mengaku setiap kali mengunjungi Sekolah Sukma Bangsa selalu diliputi rasa haru. Menurutnya, perjalanan sekolah yang diinisiasi oleh pendiri Yayasan Sukma Bangsa, Surya Paloh, menyimpan makna yang mendalam bagi dirinya maupun keluarga besar Media Group.
Dua puluh tahun, Pak Surya, saya tidak tahu kenapa, setiap datang ke Sekolah Sukma selalu ada air mata. Meskipun itu air mata bahagia, tapi kali ini saya sudah diwanti-wanti agar tidak ada tangisan pada hari yang bahagia ini, ujar Lestari dalam sambutannya di peringatan 20 tahun Yayasan Sukma Bangsa di Lhokseumawe, Kamis, 23 Juli 2026.
Lestari mengatakan, peringatan dua dekade Sukma Bangsa bukan sekadar seremoni ulang tahun, melainkan momentum untuk menengok perjalanan panjang yang telah dilalui, sekaligus menjadikannya bekal untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
Hari ini kita berkumpul bukan sekadar memperingati 20 tahun, tetapi sesungguhnya untuk berhenti sejenak dan kembali melihat perjalanan 20 tahun yang lalu. Perjalanan itu menjadi bekal untuk kita melangkah ke depan, katanya.
Baca Juga :
20 Tahun Sukma Bangsa, Lestari Moerdijat: Perjalanan dari Luka Menuju Sekolah Kehidupan
Menurut Lestari, sejak awal Surya Paloh mendedikasikan Sukma Bangsa bukan hanya sebagai lembaga pendidikan formal yang berorientasi pada prestasi akademik. Sekolah tersebut dibangun sebagai ruang untuk membentuk karakter, nilai kemanusiaan, serta membangun harapan bagi generasi muda.
Sekolah yang Bapak dedikasikan sebetulnya bukan hanya sekolah untuk menuntut ilmu bagi anak-anak, bukan sekadar tempat mendapatkan pengetahuan. Tetapi sesungguhnya ini adalah sekolah kehidupan, ucap Lestari.
Ia menuturkan, keluarga besar Media Group yang dipercaya mengelola dan mengembangkan Sekolah Sukma Bangsa sejak 20 tahun lalu juga memperoleh banyak pelajaran berharga dari perjalanan tersebut. Menurutnya, proses membangun sekolah menjadi pengalaman yang penuh tantangan sekaligus pembelajaran.
Peringatan 20 Tahun Sukma Bangsa Jadi Refleksi
Kami semua yang berada di sini, keluarga besar Media Group, ketika mendapat tugas dari Bapak untuk mendirikan sekolah ini hingga hari ini, mendapatkan pelajaran yang luar biasa. Inilah sekolah yang sesungguhnya, sekolah kehidupan, ungkap Lestari.
Mengakhiri sambutannya, Lestari mengakui perjalanan Sukma Bangsa masih menyisakan berbagai tantangan dan pekerjaan rumah. Namun, ia optimistis semangat belajar, terus mencari jawaban, dan bertumbuh bersama akan menjadi fondasi bagi Sukma Bangsa untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat di masa mendatang.
Masih banyak pertanyaan, masih banyak pencarian yang belum selesai. Banyak pekerjaan rumah yang kita tahu masih harus diselesaikan. Namun saya yakin, dengan semangat belajar dari masa lalu dan bertumbuh bersama, Sukma Bangsa akan terus melahirkan generasi yang berkarakter dan membawa manfaat bagi bangsa, tutup Lestari.





Komentar (0)