Orang Misterius Nyelinap Jualan Tes TOEFL Saat MPLS Jogja, Ratusan Siswa Tertipu

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Yogyakarta -

Viral curhatan siswa yang merasa menjadi korban penipuan tes TOEFL saat masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Jogja. Ratusan siswa membayar Rp 100 ribu untuk tes TOEFL yang diduga merupakan modus penipuan itu.

Dilansir detikJogja, korban menyebut peristiwa bermula saat adanya sesi sosialisasi TOEFL saat MPLS. Ada sekitar 108 siswa yang dikumpulkan di satu ruangan. Petugas sosialisasi itu berjumlah dua orang, yang disebut berinisial LFN dan LYN.

Seusai sosialisasi, para siswa ditawari membayar untuk tes TOEFL sebesar Rp 100 ribu, yang merupakan harga diskon dari harga awal Rp 400 ribu. Korban yakin ini merupakan trik psikologi.

Sebab, siswa hanya diberi waktu 15 menit untuk menyelesaikan pembayaran dengan scan QRIS.

Baca juga: MPLS SMA Al Azhar 9 Jogja Ajak Siswa Baru Main Golf, Ini Alasannya

Tak lama kemudian, ada salah satu siswa mendapat informasi dari siswa sekolah lain bahwa sosialisasi tersebut adalah penipuan. Dugaan penipuan menguat setelah pihak sekolah menyatakan tak pernah mengizinkan transaksi dalam sosialisasi.

Selain itu, siswa juga menemukan alamat kantor dan kuitansi pembelian itu palsu.

Kepala Bidang Perencanaan dan Data Disdikpora DIY Suci Rohmadi menyatakan pihaknya tak pernah memberi izin atau rekomendasi dengan lembaga tertera. Dia menyebut pencatutan lembaganya dan Polda DIY merupakan penyesatan.

"Disdikpora DIY tidak pernah memberikan izin, rekomendasi, atau kerja sama resmi dengan lembaga tersebut. Pencatutan nama Dikpora dan Polda adalah tindakan ilegal dan penyesatan informasi," terang Suci melalui keterangan tertulis yang diterima detikJogja, Minggu (19/7/2026).

"Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan pihak sekolah untuk tidak mudah percaya pada oknum yang membawa nama dinas tanpa disertai surat tugas resmi yang dapat diverifikasi keasliannya," sambungnya.

Baca juga: SDN Keramat Serang Hanya Terima 7 Siswa Baru, Belajar Digabung Kelas 2

Plt Kepala Disdikpora DIY, Muhammad Setiadi menambahkan kasus ini kini tengah didalami oleh Balai Pendidikan Menengah (Baldikmen).

"Besok saya update hasil pendalaman dari Baldikmen," ujar Setiadi saat dihubungi detikJogja, Minggu (19/7).

Baca selengkapnya di sini




(idh/dhn)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polisi Pastikan Tak Ada Kekerasan dalam Cekcok Satpam dan Pengemudi Alphard di HI
• 19 jam lalu
0
thumb
Perumda KBS Tegaskan Kebutuhan Pakan Satwa Jadi Prioritas
• 20 jam lalu
0
thumb
Perang Besar Makin Dekat ? Iran Siap Hancurkan Wilayahnya Sendiri Demi Lawan AS
• 7 jam lalu
0
thumb
Kemenperin: Bullion Bank Bisa Bantu Jamin Bahan Baku Industri Perhiasan
• 3 jam lalu
0
thumb
Bertemu Ketum Kadin, Dubes Sri Lanka Ajak Indonesia Investasi di Negaranya
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.