Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku prihatin atas robohnya bangunan SDN Kebayoran Lama 09, Jakarta Selatan (Jaksel). Pramono menyebut peristiwa tersebut menjadi tamparan bagi dirinya sebagai kepala daerah dan memastikan sekolah itu akan segera diperbaiki.
"Intinya, bagi saya, pendidikan, kesehatan, dan sosial adalah hal yang paling mendasar yang harus diperbaiki di Jakarta," kata Pramono di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (23/7/2026).
Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menggelar rapat untuk membahas tindak lanjut pembangunan kembali SDN Kebayoran Lama 09. Pembahasan tersebut dilanjutkan pada hari ini sebelum keputusan final diambil.
Ia menegaskan, meski anggaran pembangunan belum tersedia di APBD maupun APBD Perubahan, Pemprov DKI tetap akan mencari skema pembiayaan agar pembangunan dapat segera dilakukan.
"Walaupun anggarannya belum ada di APBD atau APBD Perubahan, kita bisa menggunakan dana-dana yang ada, salah satunya melalui dana KLB (koefisien lantai bangunan) dan sebagainya. Intinya, siang ini saya akan segera memutuskan kapan sekolah ini akan dibangun," ujarnya.
Pramono mengaku baru mengetahui kondisi sekolah tersebut pada Rabu (22/7/2026). Meski demikian, ia langsung memerintahkan jajarannya menyiapkan langkah percepatan perbaikan.
"Yang jelas bagi Jakarta, terutama bagi saya pribadi, kondisi pendidikan yang seperti itu benar-benar menampar muka saya," tuturnya.
Menurut Pramono, kejadian itu menjadi pengingat bahwa sektor pendidikan harus selalu menjadi perhatian utama pemerintah. Oleh karena itu, ia memastikan proses pembangunan kembali sekolah tersebut akan segera dimulai.
"Makanya, saya segera mengambil keputusan. Kalau ditanya, jujur saya memang baru tahu kemarin. Tetapi, perbaikan akan segera kita lakukan. Kemarin sudah dirapatkan, hari ini kita rapatkan untuk diputuskan, dan besok saya akan melakukan kunjungan lapangan," imbuhnya.
SDN di Kebayoran Lama RobohDiberitakan sebelumnya, bangunan SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, roboh sejak dua tahun lalu. Para siswa terpaksa menumpang belajar di sekolah lain lantaran bangunan sekolah mereka belum dilakukan perbaikan.
Salah satu orang tua murid kelas 5, Evi (33), menceritakan para siswa kini belajar di SDN Kebayoran Lama Selatan 11 yang berada bersebelahan dengan sekolah anaknya yang roboh.
"Untuk KBM-nya (kegiatan belajar-mengajar) jadi anak-anak kita numpang. Numpang gitu di numpang di SDN Kebayoran Lama 11. Kebayoran Lama 11 Selatan, kebetulan kan memang sebelahan. Jadi kita numpang di sana," kata Evi kepada wartawan, Selasa (21/7).
Karena kondisi itu, para siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang mulanya masuk pagi, kini menjadi masuk sekolah pada siang hari. Sebab, mereka harus menunggu kegiatan belajar-mengajar SDN Kebayoran Lama Selatan 11 selesai dahulu.
Adapun peristiwa robohnya sekolah tersebut terjadi saat masa libur pilkada pada 27 November 2024. Akibatnya, lima ruangan yang terdiri atas empat ruang kelas dan satu ruang UKS itu ambruk.
"Awalnya ya itu kejadian kan pas libur pilkada. Jadi nggak ada yang tahu, penjaga sekolah pun nggak ada yang tahu," ungkap Evi.
(bel/dek)






Komentar (0)