Mata Uang Asia: Rupiah dan Ringgit Jatuh, Won, Yen - Yuan Terbang

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cenderung terbelah pada perdagangan Kamis (23/7/2026). Pelemahan dolar AS di pasar global belum mampu mendorong seluruh mata uang kawasan masuk ke zona hijau.

Merujuk data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, dari 10 mata uang Asia, sebanyak lima mata uang menguat terhadap dolar AS, sementara lima lainnya melemah.

Rupiah menjadi salah satu mata uang yang masih tertekan pada pagi ini. Mata uang Garuda melemah 0,20% ke posisi Rp17.910/US$. Posisi ini membuat rupiah kembali bergerak diatas Rp17.900/US$.

Tekanan juga dialami baht Thailand yang melemah 0,06% ke posisi THB 33,77/US$, disusul ringgit Malaysia yang terkoreksi 0,05% ke MYR 4,086/US$.

Baca: Minyak Membara, BI Tahan Suku Bunga: Bagaimana Nasib IHSG & Rupiah?

Peso Filipina juga turun tipis 0,02% ke PHP 61,732/US$, sementara dong Vietnam melemah 0,01% ke VND 26.315/US$.

Di sisi lain, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia. Won melesat 0,67% ke posisi KRW 1.467,2/US$.

Dolar Taiwan juga menguat cukup solid, yakni 0,39% ke posisi TWD 32,254/US$. Dolar Singapura naik 0,09% ke SGD 1,289/US$.

Yen Jepang turut menguat 0,06% ke posisi JPY 163,05/US$, sementara yuan China naik 0,06% terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia terpantau melemah 0,07% ke posisi 101,056 pada pagi ini.

Dolar AS sedikit mereda setelah mencatat penguatan dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, greenback naik karena ketegangan perang AS-Iran kembali mendorong harga minyak naik dan menyalakan lagi kekhawatiran inflasi.

Harga minyak sempat menyentuh level tertinggi dalam sekitar enam pekan. Minyak mentah AS naik 2,93% ke US$86,81 per barel, sementara Brent menguat 3,34% ke US$94,05 per barel. Kenaikan harga minyak ini muncul karena pasar kembali mencemaskan gangguan pasokan energi global.

Ketegangan kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump berjanji akan menghancurkan jembatan atau pembangkit listrik Iran setiap kali Iran menembaki kapal di Selat Hormuz. Pernyataan ini menjadi eskalasi terbaru setelah kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran mengancam jalur energi vital kedua.

Meski begitu, pasar juga masih melihat adanya ruang diplomasi. Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters pada Senin bahwa mediator telah mengajukan proposal gencatan senjata selama 10 hari kepada Teheran.

Juan Perez, director of trading Monex USA di Washington, menilai pasar mulai mencoba membaca peluang penyelesaian konflik dari sudut pandang yang berbeda.

"Ada negosiasi yang berlangsung di belakang layar, jadi pada akhirnya pasar mencoba melihatnya dari sudut pandang yang berbeda, tidak selalu lebih positif," ujar Perez, dikutip dari Reuters.

Menurut Perez, eskalasi yang terlalu besar justru membuat pasar menilai akan ada upaya cepat untuk segera menghentikan konflik.

"Karena secara umum skalanya begitu besar dan eskalasinya sudah terlalu jauh, akan ada upaya segera untuk mengakhirinya secara mendesak. Itu narasinya dan itu membantu pasar, dan bukan hal yang sangat positif bagi dolar," tambahnya.

Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) kembali bergerak naik sejalan dengan kenaikan harga minyak. Berdasarkan CME FedWatch, pasar kini memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada rapat Juli sebesar 31,5%, naik dari 10,7% pada pekan sebelumnya.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Delegasi ASEAN-ID Blue Pelajari Praktik Ekonomi Biru di Banyuwangi
• 11 jam lalu
0
thumb
Wali Kota Surabaya Tegaskan Audit Independen KBS Berlanjut Pascaterungkapnya Kasus Korupsi
• 17 jam lalu
0
thumb
PBNU Minta Arahan Purbaya Soal Koperasi Tambang
• 23 jam lalu
0
thumb
Trump Ancam Serang Pickaxe Mountain, Fasilitas Nuklir Bawah Tanah Milik Iran
• 20 jam lalu
0
thumb
Febrie Adriansyah Sempat Minta Hotman Paris Tidak Mundur sebagai Pengacaranya
• 54 menit lalu
0
Berhasil disimpan.