CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Dunia sepak bola Indonesia berduka. Pelatih legendaris Muhammad Basri atau yang akrab disapa Om Basri meninggal dunia pada Kamis (23/7/2026) pukul 04.50 WIB.
Kabar duka tersebut disampaikan pihak keluarga melalui pesan yang tersebar di WhatsApp. M Basri tutup usia pada umur 83 tahun.
Lahir di Makassar pada 5 Oktober 1942, M Basri merupakan salah satu sosok berpengaruh dalam sejarah sepak bola nasional.
Namanya dikenal luas, baik sebagai pemain maupun pelatih yang melahirkan banyak prestasi di level klub dan tim nasional.
Saat masih aktif bermain, M Basri memperkuat PSM Makassar dan mengantarkan Juku Eja meraih gelar juara Perserikatan pada musim 1964–1965 dan 1965–1966.
Ia juga menjadi andalan Timnas Indonesia sepanjang periode 1962 hingga 1973.
Karier kepelatihannya bahkan lebih gemilang. Bersama Persebaya Surabaya, M Basri sukses membawa tim menjuarai Piala Perserikatan 1977.
Ia kemudian mencatatkan sejarah bersama NIAC Mitra dengan mempersembahkan tiga gelar juara Galatama pada 1981, 1982, dan 1986.
Di level tim nasional, M Basri dipercaya menangani Timnas Indonesia pada 1983 dan kembali pada 1989.
Prestasi terbaiknya adalah membawa skuad Merah Putih meraih medali perunggu SEA Games 1989 di Kuala Lumpur.
M Basri juga memiliki ikatan kuat dengan PSM Makassar. Sebagai pelatih, ia berhasil mengembalikan kejayaan Pasukan Ramang dengan mengantar klub kebanggaan Sulawesi Selatan itu melaju hingga final Liga Indonesia musim 1995–1996.
Tim racikannya saat itu dikenal tampil atraktif dengan mengandalkan mayoritas pemain asli Makassar.
Selain PSM, M Basri pernah menangani sejumlah klub besar Indonesia, di antaranya Arema Malang, Mitra Surabaya, Persela Lamongan, PSS Sleman, Persita Tangerang, serta beberapa klub lainnya.
Kepergian M Basri meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar sepak bola Indonesia.
Sosoknya akan selalu dikenang sebagai pelatih kharismatik, disiplin, dan berdedikasi tinggi yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan sepak bola nasional.





Komentar (0)