BNN Musnahkan 3,37 Ton Narkoba di Hari Anti Narkotika Internasional

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) memusnahkan sebanyak 3,37 ton narkoba bertepatan dengan momentum peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Barang haram tersebut merupakan hasil penindakan dari berbagai kasus.

"Total keseluruhan barang bukti yang dimusnahkan pada hari ini adalah 3.373.558,27 gram dan 2.640 mililiter," kata Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Aswin Sipayung saat membacakan sambutan Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto dalam konferensi pers di Bogor, Kamis (23/7/2026).

Barang bukti tersebut berasal dari hasil penindakan di berbagai daerah di Indonesia. Proses pemusnahan dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.

Baca juga: Pengarusutamaan Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045

"Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, sebagian barang bukti disisihkan untuk kepentingan pembuktian perkara, pemeriksaan uji laboratorium, dan kepentingan penyidikan, sedangkan sisanya dimusnahkan," ucap Aswin.

Sejumlah barang bukti yang dimusnahkan meliputi sabu dengan total berat awal mencapai 8.962,32 gram. Sebanyak 90,24 gram disisihkan untuk keperluan pemeriksaan laboratorium, sehingga total sabu yang dimusnahkan sebanyak 8.872,08 gram.

"Kedua, jenis hasis dengan total berat awal sebanyak 3.006 gram. Setelah disisihkan untuk keperluan pemeriksaan laboratorium sebanyak 10 gram, maka yang dimusnahkan sebanyak 2.996 gram," jelasnya.

Ketiga, bunga ganja asal Thailand dengan berat kotor mencapai 3.370.000 gram (3,37 ton) atau berat bersih 3.097.081,2 gram. Setelah disisihkan sebanyak 9.396 gram untuk keperluan uji laboratorium, total bunga ganja yang dimusnahkan sebesar 3.087.685,2 gram.

Baca juga: Polisi Italia Gerebek Kantor Chanel dan Bulgari, Ada Apa?

"Yang keempat, cairan prekursor dengan total volume awal sebanyak 890 mililiter. Setelah disisihkan untuk keperluan pemeriksaan laboratorium sebanyak 30 mililiter, cairan prekursor yang dimusnahkan sebanyak 860 mililiter. Ditemukan pula dua bungkus plastik klip berisi metamfetamin dengan total neto 1,4 gram," bebernya.

Barang bukti yang dimusnahkan tersebut berasal dari pengungkapan lima kasus tindak pidana narkotika. Pertama, jaringan internasional warga negara asing (WNA) asal Rusia yang ditindak di Bandara Soekarno-Hatta.

"Kedua, pengungkapan clandestine lab narkotika di wilayah Padang. Berdasarkan informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran gelap narkotika di Jalan Bukit Ngalau Indarung, Kota Padang, tim BNN melakukan penyelidikan pada 23 Juni 2026," ungkapnya.

Ketiga, penyelundupan bunga ganja dari Thailand di Gresik, Jawa Timur. Ratusan koper dan matras lateks berisi bunga ganja berhasil diamankan dalam operasi tersebut.

"Yang keempat, penyelundupan sabu jalur laut. BNN menerima informasi adanya pengiriman sabu dari Batam menuju Jakarta melalui jalur laut menggunakan Kapal Motor (KM) Kelud di Terminal Nusantara Pura, Pelabuhan Tanjung Priok," ucapnya.

Baca juga: Jaringan Narkoba di Bengkalis Diringkus, 8 Paket Besar Sabu Disita

Terakhir, peredaran sabu di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan barang bukti yang disembunyikan di dalam kendaraan.

"Kegiatan pemusnahan ini merupakan bagian penting dari upaya BNN dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika. BNN mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN)," imbuhnya.

"Diharapkan seluruh elemen masyarakat semakin meningkatkan kepedulian terhadap berbagai potensi ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing, dan aktif melaporkan setiap adanya dugaan tindak pidana narkotika melalui call center BNN 184," pungkas Aswin.




(rdh/aik)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menkeu Purbaya Bertemu Gus Yahya Menjelang Muktamar NU, Bahas Apa?
• 7 jam lalu
0
thumb
BI Jajaki QRIS Bisa Dipakai di India dan Arab Saudi, Hong Kong Menyusul
• 21 jam lalu
0
thumb
Wakil Ketua MPR Edy Suparno: Reformasi Subsidi Energi dan Transisi Energi Harus Berjalan Bersamaan
• 14 jam lalu
0
thumb
Tambang KMS Beroperasi hingga 2038, SINI Bidik Pendapatan USD159 Juta
• 3 jam lalu
0
thumb
Mengenal Universitas Republik Indonesia Dipimpin Pensiunan Jenderal TNI
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.