JAKARTA, KOMPAS.TV – Juru bicara (jubir) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Kamrussamad, menilai ada sejumah langkah maju yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) selama 44 hari kepemimpinan Nanik S Deyang sebagai kepala.
Kamrussamad menyamaikan pendapat itu merespons pendapat anggota MBG Watch Isnawati Hidayah, yang menyebut penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN pengganti Nanik merupakan keputusan terburuk Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Saya kira kita beri kesempatan orang bekerja ya. Tidak pantas dan tidak patut kita mengambil kesimpulan sebelum bekerja,” kata dia dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: PDIP Beri Sanksi Tegas ke Kader yang Terlibat Dalam Pengelolaan SPPG Dalam Program MBG
“Kalau kita lihat, 44 hari Bu Nanik bekerja memimpin BGN bersama tim secara kolektif kolegial, ada beberapa langkah maju yang signifikan dilakukan,” tambahnya.
Salah satu langkah maju menurut Kamrussamad adalah temuan adanya 414 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang belum beroperasi tetapi telah mencairkan anggaran.
“Misalnya menemukan 414 SPPG yang belum beroperasi tetapi telah menerima pencairan dana. Artinya virtual account-nya itu ganda dan berpotensi merugikan negara ratusan miliar dan telah dikembalikan ke kas negara,” jelasnya.
“Jadi ini adalah kesungguhan dari tim pemerintah yang kami lihat dari DPR untuk betul-betul menuntaskan akar masalahnya,” lanjutnya.
Ia juga menilai perlu memberi kesempatan pada pejabat BGN yang baru utnuk bekerja dan membangun kerja sama.
“Karena kita tahu, kami sebagai mitra kerja BPKP yang kami sudah mendapatkan paparan yang cukup lengkap di Komisi XI tentang kondisi MBG,” tambahnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- bgn
- badan gizi nasional
- kamrussamad
- partai gerindra
- mbg
- makan bergizi gratis






Komentar (0)