Rawan Begal di Jabar, Dedi Mulyadi Minta Aparat Bersenjata dan Warga Patroli Rutin, Salah Satunya di Kota Ini

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi minta aparat bersenjata bersiaga ramai jadi sorotan. Kuat dugaan hal ini lantaran rawannya kemunculan begal di Jawa Barat (Jabar).

Selain Dedi Mulyadi minta aparat bersenjata bersiaga, sang Gubernur Jawa Barat itu mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat.

Yakni untuk melakukan pencegahan terhadap pelaku kejahatan, salah satunya yakni pembegalan.

Tak berhenti sampai di situ, pria yang akrab disapa KDM itu juga mengusulkan penempatan aparat bersenjata di sejumlah titik rawan kejahatan di Bandung Raya.

"Selanjutnya saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat," ujar Dedi Mulyadi dikutip dari TribunJabar.id, Rabu (22/7/2026)

Usut punya usut, hal itu dilakukan agar memberikan efek pencegahan terhadap pelaku kejahatan sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat saat beraktivitas.

"Menempatkan aparat di titik-titik strategis bersenjata, ini usulan saya dan ini adalah bagian untuk menciptakan rasa nyaman dan rasa aman bagi warga masyarakat," imbuh Dedi Mulyadi.

Lebih lanjut, Dedi juga memiliki usulan tambahan lain. Yakni meminta masyarakat kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan melalui patroli rutin di tingkat RT dan RW.

Patroli juga diharapan bisa meminimalisir kawasan yang berpotensi menjadi lokasi pembegalan, perampokan, maupun tindak kriminal lainnya.

"Untuk itu mari kita bersama-sama menjaga keamanan lingkungan kita masing-masing.

Patroli di setiap RT, di setiap RW, di seluruh sudut strategis di wilayah kota dan desa.

 

Yang menjadi potensi terjadinya aksi pembegalan, perampokan, dan berbagai aksi kriminal lainnya yang meresahkan warga," ungkap Dedi Mulyadi dikutip dari Kompas.com.

Terakhir, selain Dedi Mulyadi minta aparat bersenjata bersiaga, ia juga mengingatkan bahwa ancaman keamanan tidak hanya berasal dari aksi begal, tetapi juga aktivitas geng motor serta tawuran yang masih terjadi di sejumlah daerah.

"Termasuk geng motor dan tawuran antar anak muda maupun tawuran antar orang tua. Kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat Jawa Barat," tandasnya. (*)

  

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemda DIY Pastikan Video Sri Sultan HB X di WhatsApp Hoaks Hasil AI
• 13 jam lalu
0
thumb
Lowongan Kerja PT Motasa Indonesia Juli 2026, Ini Posisi dan Kualifikasinya
• 19 jam lalu
0
thumb
Kala Anak Nasabah PNM Mekaar Berkata Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah
• 2 jam lalu
0
thumb
MEJA Jadwalkan RUPSLB Ketiga, Minta Restu Akuisisi hingga Rights Issue
• 21 jam lalu
0
thumb
Erick Thohir Minta Timnas Putri Indonesia Tak Cepat Puas Usai Back-to-Back Juara AFF Womens Cup 2026
• 49 menit lalu
0
Berhasil disimpan.