Kasus Febrie Adriansyah, Abraham Samad Singgung Peran SBY Turun Tangan dalam Kasus Cicak vs Buaya

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menceritakan kembali bagaimana Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ikut turun tangan dalam konflik aparat penegak hukum yang saat itu memanas antara Polri melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kasus tersebut dikenal dengan "cecak versus buaya" yang menyebabkan beragam penyidikan terkait dugaan korupsi pengadaan simulator ujian surat izin mengemudi (SIM) Korlantas Polri tersendat.

Dalam konteks ini, Abraham Samad membandingkan kasus yang menyeret nama besar petinggi Polri seperti Irjen Pol Djoko Susilo yang saat itu menjabat Kakorlantas Polri.

Baca juga: URI Akan Bekerja dengan Kemendikti Saintek dan Kemendikdasmen Urus Pendidikan

Sedangkan aksi balas dendam dilakukan Polri dengan mengusut penyidik KPK saat itu Novel Baswedan yang disebut bertanggung jawab dalam kasus "sarang burung walet" 2004 di Bengkulu.

"Ada saat itu apa yang dilakukan SBY lewat Pak Sudi Silalahi (Mensesneg), dia menelpon saya ketika dia telpon dia bilang Pak Abraham apa Pak Abraham tidak keberatan kalau kita mengundang ke istana untuk membicarakan masalah ini agar tidak terjadi gesekan," kata Abraham dalam Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu (22/7/2026) malam.

Ia menanyakan, siapa saat itu yang turut hadir dalam pertemuan.

Baca juga: Prabowo: Tiap Kopdes Merah Putih Akan Punya 2 Truk

Dijelaskan ada Kapolri saat itu dijabat Timur Pradopo dan Jaksa Agung Basrief Arief.

Abraham Samad kemudian mengiyakan pertemuan di Istana.

Ketika hari pertemuan tiba, sekitar pukul 10.30 WIB Abraham Samad bercerita bahwa yang memimpin langsung rapat tersebut adalah SBY, didampingi oleh Sudi Silalahi.

Perdebatan berjalan alot, sesekali SBY mengambil jeda untuk urusan negara yang lain.

Baca juga: Yusril: Kuntadi Pasti Tahu Tugas Pokok Sekarang Selesaikan Kasus Febrie

Abraham Samad menjelaskan, rapat panjang penuh perdebatan itu berlangsung hingga menjelang maghrib.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Waktu selesainya itu memasuki maghrib kenapa saya tahu memasuki maghrib? Karena terdengar suara azan," ucapnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pramono Sebut Jumlah Pengangguran di Jakarta Turun
• 17 jam lalu
0
thumb
Misteri Kematian Dokter Koas FK UI di Penginapan Lampung, Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Polisi Masih Dalami Penyebab Kematian
• 11 jam lalu
0
thumb
Mengandung Unsur Babi, 312 Ton Bahan Baku Pakan Ternak Asal Brasil Dimusnahkan
• 9 jam lalu
0
thumb
Alasan Aldi Taher Tak Ingin Emosi Menanggapi Isu Pencucian Uang di Bisnisnya
• 16 jam lalu
0
thumb
PP Properti (PPRO) Bukukan Pendapatan Rp171,2 Miliar pada Semester I-2026
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.