REPUBLIKA.CO.ID, SERANG, – Gubernur Banten Andra Soni meminta seluruh pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk bekerja lebih optimal dalam menjalankan roda perusahaan. Langkah ini dinilai krusial agar BUMD mampu menopang pertumbuhan perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten.
Penegasan tersebut disampaikan Andra Soni saat memimpin Rapat Koordinasi Pimpinan Perangkat Daerah dan BUMD di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu. Ia sengaja menghadirkan seluruh pimpinan BUMD dalam forum itu untuk mengevaluasi serta mendapatkan laporan kinerja yang komprehensif dari masing-masing entitas usaha milik daerah.
"BUMD ini merupakan tanggung jawab kita bersama, bagaimana ke depan bisa menjadi salah satu penopang dari upaya-upaya Pemprov Banten dalam menyejahterakan masyarakat," ujar Andra melalui keterangannya di Serang, Rabu.
Dorong Soliditas OPD
Selain menyoroti kinerja BUMD, dalam rapat evaluasi kinerja triwulan kedua tahun anggaran 2026 itu, Gubernur juga mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meningkatkan soliditas. Ia meminta setiap OPD bertindak cepat dalam merespons berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Beberapa poin krusial yang turut disoroti dalam rapat tersebut antara lain penanganan pencemaran limbah Sungai Cisadane dan Ciujung secara berkelanjutan oleh DLHK. Selain itu, pendampingan warga Banten yang bermasalah di Arab Saudi oleh Disnakertrans, serta kepastian program pertambangan rakyat yang tepat sasaran oleh Dinas ESDM juga menjadi perhatian serius.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Deden Apriandi menyampaikan bahwa agenda Rapim ini berfokus pada progres realisasi pendapatan dan belanja daerah per 30 Juni 2026. Pembahasan juga mencakup tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK, serta evaluasi menyeluruh atas kinerja BUMD.
Komentar (0)