Ekspor Bulu Bebek Jawa Timur Menembus Rp60,24 Miliar pada Semester I 2026, Barantin Perkuat Daya Saing Global

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Karantina Indonesia (Barantin) memfasilitasi ekspor 916,2 ton bulu bebek asal Jawa Timur senilai Rp60,24 miliar selama periode Januari-Juni 2026 sebagai upaya memperkuat daya saing komoditas Indonesia di pasar internasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Karantina Jawa Timur Hudiyansyah Is Nursal mengatakan Jawa Timur memiliki ekosistem industri bulu bebek yang lengkap mulai dari peternak, pengumpul, hingga industri pengolahan yang berorientasi ekspor.

Hudiyansyah mengungkapkan, "Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan layanan karantina menjadi faktor penting agar komoditas tersebut dapat menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya UMKM."

Kinerja Ekspor dan Peran Karantina

Data Karantina Jawa Timur mencatat sebanyak 26 sertifikat ekspor bulu bebek diterbitkan selama semester I 2026 dengan negara tujuan meliputi China, Taiwan, Vietnam, dan Thailand.

Sepanjang 2025, Karantina Jawa Timur telah memfasilitasi 83 kali pengiriman bulu bebek dengan total volume ekspor mencapai 2.580 ton senilai Rp241,09 miliar.

Deputi Bidang Karantina Hewan Barantin Sriyanto mengatakan sistem karantina memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap komoditas asal Indonesia.

Sriyanto mengatakan, "Setiap komoditas ekspor, termasuk bulu bebek, wajib melalui pemeriksaan fisik dan pemeriksaan dokumen sesuai persyaratan negara tujuan."

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan produk asal Indonesia bersih, sehat, aman, memenuhi standar internasional, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Sriyanto menjelaskan Barantin tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga mendampingi pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan ekspor agar semakin banyak komoditas daerah mampu memasuki pasar internasional.

Sriyanto mengungkapkan, "Bulu bebek bukan lagi limbah, melainkan komoditas bernilai ekspor. Melalui sistem karantina yang andal, kami ingin memastikan produk Indonesia semakin dipercaya pasar dunia sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat."

Edukasi UMKM untuk Menembus Pasar Ekspor

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Karantina Wisnu Wasisa Putra mengatakan masih banyak komoditas bernilai ekonomi tinggi di berbagai daerah yang belum tergarap secara optimal akibat keterbatasan informasi mengenai tata cara ekspor.

Wisnu menyampaikan Barantin terus mendorong UMKM memasuki rantai ekspor melalui pendampingan pemenuhan persyaratan karantina serta penyediaan akses informasi pasar.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Go Ekspor Barantin Web Series Episode 2 bertajuk "Kupas Tuntas: Bulu Bebek Jawa Timur Mendunia" yang digelar secara daring pada Rabu.

Kegiatan tersebut menghadirkan Widha Krisna Sugihartono dari PT Daya Setia Abadi dan Atase Perdagangan Republik Indonesia di Taipei Wara Agustina Rukmini untuk berbagi pengalaman mengenai peluang pasar ekspor, proses pengolahan bulu bebek, pemenuhan standar mutu, dan strategi pemasaran di negara tujuan.

Wisnu mengatakan, “Melalui kegiatan edukasi seperti Web Series Go Ekspor, pelaku usaha diharapkan semakin memahami peluang pasar global sekaligus mampu memenuhi berbagai ketentuan yang dipersyaratkan negara tujuan.”


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dorong Payung Hukum Tersendiri Tentang AI, Marinus Gea: Tak Cukup di RUU Hak Cipta
• 13 jam lalu
0
thumb
Hasil China Open 2026: Fajar/Fikri Lolos ke 16 Besar Usai Tumbangkan Tuan Rumah
• 13 jam lalu
0
thumb
Diduga Keracunan Makanan MBG, 14 Siswa SMAN 1 Pandaan Mual dan Muntah, 9 Dilarikan ke IGD
• 13 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Landa Pasar Ciputat Tangsel
• 7 jam lalu
0
thumb
Wapres Gibran Optimistis Sudaryono Mampu Perbaiki Tata Kelola Program MBG
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.