Pantau - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran investasi portofolio asing membukukan net inflows sebesar 8,5 miliar dolar AS pada triwulan II 2026 yang terutama ditopang oleh investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Aliran Modal Asing Berlanjut pada Triwulan IIITren aliran masuk modal asing berlanjut pada triwulan III 2026 hingga 20 Juli 2026 dengan SBN mencatat net inflows sebesar 0,1 miliar dolar AS.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, "Dari transaksi modal dan finansial, berbagai penguatan respons kebijakan moneter yang ditempuh Bank Indonesia bersinergi dengan kebijakan fiskal pemerintah untuk meningkatkan imbal hasil instrumen keuangan domestik dapat mendorong berlanjutnya aliran masuk modal asing."
BI menilai kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat untuk memitigasi dampak rambatan tingginya ketidakpastian global.
Neraca Perdagangan dan Cadangan Devisa Tetap TerjagaNeraca perdagangan Indonesia secara kumulatif pada periode Januari–Mei 2026 mencatat surplus sebesar 4,03 miliar dolar AS.
Pada Mei 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS.
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 tercatat sebesar 145,6 miliar dolar AS.
Cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
BI menyatakan posisi cadangan devisa Indonesia masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
BI memprakirakan kinerja transaksi berjalan sepanjang 2026 tetap sehat dengan defisit berada pada kisaran 1,3 persen hingga 0,5 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Perry Warjiyo mengatakan, “Penguatan sinergi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia terus ditempuh untuk memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional dan sekaligus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dalam menghadapi gejolak global.”





Komentar (0)