JAKARTA, KOMPAS.com - Video yang memperlihatkan keributan di kawasan Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, viral di media sosial pada Rabu (22/7/2026).
Unggahan akun Instagram @jabodetabek24info menarasikan keributan terjadi antara pengendara mobil dan seorang petugas keamanan yang tengah membantu pejalan kaki menyeberang jalan.
Dalam keterangan unggahan disebutkan, peristiwa bermula ketika lampu penyeberangan pejalan kaki menyala dan warga mulai menyeberang.
Baca juga: KPK Sita Uang Tunai hingga Mobil Toyota Alphard Rp 9,06 M dalam OTT Bupati Lombok Barat
Saat itu, petugas keamanan membantu pejalan kaki menyeberang sekaligus menegur sebuah mobil Toyota Alphard hitam yang disebut tetap melaju melewati jalur penyeberangan.
Video tersebut memperlihatkan adu mulut antara petugas keamanan dengan sejumlah orang yang mengenakan pakaian batik setelah turun dari mobil Alphard tersebut.
"Kronologi: Lagi rame nyebrang di halte HI transjakarta, posisi lampu hijau buat pejalan kaki. Security bantu yang nyebrang, mobil ALPHARD HITAM D 1828 XHQ nerobos pejalan kaki. Ditegurlah dengan security dgn cara digeplak mobilnya. Isi mobil ga terima, mereka turun dari mobil bawa security masuk ke dalam pos," tulis keterangan akun tersebut.
Baca juga: Ruko di Cipete yang Digeledah Polisi Biasanya Ramai Alphard-Fortuner, 3 Hari Terakhir Mendadak Sepi
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Menurut Braiel, pengendara mobil memang menerobos lampu merah di penyeberangan depan Hotel Pullman.
"Pengendara mobil menerobos lampu merah di penyebrangan depan Hotel Pullman," kata Braiel kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Rabu.
Ia menjelaskan, petugas keamanan kemudian menegur pengendara dengan menggebrak kaca mobil.
Baca juga: Alphard Tabrak Belakang Truk Trailer di Tol Dalam Kota, Diduga Terhalang Asap Knalpot
Namun, tindakan itu memicu adu mulut karena pengendara merasa tidak terima.
"Pengendara mobil tidak terima dengan tindakan security tersebut dan terjadi cekcok mulut," ucapnya.
Setelah itu, kedua belah pihak mendatangi pos polisi untuk meminta bantuan menyelesaikan persoalan tersebut.
Menurut Braiel, permasalahan akhirnya diselesaikan secara damai.
Baca juga: 2 Alphard Pelat Merah Melintas di Jalur Langit Transjakarta Dikawal Patwal, Polisi Telusuri
"Setelah kedua belah pihak sepakat akhirnya saling memaafkan dan berjabat tangan. Setelah selesai pengendara mobil melanjutkan perjalanannya dan security kembali bekerja di tempat security bekerja," ungkapnya.
Meski berakhir damai, Braiel mengatakan pengendara mobil tetap berpotensi dikenai sanksi melalui sistem tilang elektronik (ETLE).
"Kemungkinan kena tilang elektronik," papar Braiel.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)