JAKARTA, KOMPAS.com - Anak laki-laki penyandang disabilitas autisme diejek pegawai restoran di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026) sore.
Sang ibu, Mei (30) mengaku marah anaknya diejek oleh pegawai restoran.
“Seperti kita bagaimana sih, hati ibu seperti miris sekali kan anak diperlakukan begitu. Kok jahat sekali, enggak ada sama sekali dari pihak restoran pun yang meminta maaf,” kata Mei saat dihubungi lewat telepon, Rabu (22/7/2026).
Baca juga: Warga Jakpus Menolak Digusur, Kami Sudah 5 Generasi Tinggal di Sini, Sebelum Indonesia Merdeka
Mei menceritakan saat tiba di parkiran motor, sejumlah pegawai restoran sudah memperhatikan anaknya.
“Pas baru turun dari motor tuh emang tuh karyawan sudah pada lihatin anak saya, saya lagi tuntun begitu kan,” ungkap dia.
Namun saat itu, Mei tak mau ambil pusing. Dia bersama suaminya menuntun anak ke salah satu meja, lalu mulai memilih menu makanan.
Suami Mei pun bertolak ke kasir setelah mencatat daftar makanan yang ingin dipesan dalam kertas menu.
Sambil menunggu, Mei mendengar suara tawa dari dapur restoran.
Saat itu Mei tak mau berpikir negatif. Dia menduga para karyawan hanya saling bercanda yang memicu tawa.
Baca juga: Pramono Minta Maaf Tak Tahu SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh Selama 2 Tahun
Namun Mei saling tatap dengan salah satu karyawan yang tertawa sambil melihat anaknya.
“Nah terus emang saya lagi lihatin tapi mata mereka menuju ke anak saya. Tetapi saya diamkan kan karena saya enggak mau suuzan juga,” kata Mei.
Mei mengungkap, salah satu kebiasaan anaknya adalah bertepuk tangan. Sore itu, sambil menunggu pesanan, anak 8 tahun itu menepukkan kedua telapak tangannya.
Tak lama, Mei melihat salah satu karyawan pria ikut bertepuk tangan. Pria itu juga terlihat memasang wajah seolah mengejek kondisi anak Mei.
Lantas gerak-gerik itu memicu amarah Mei yang sudah berusaha untuk berpikir positif.
Komentar (0)