PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF membukukan laba bersih sebesar Rp391 miliar pada semester I 2026. Capaian tersebut meningkat 33,90% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp292 miliar.
Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, mengatakan kenaikan laba ditopang oleh pertumbuhan pendapatan perseroan yang mencapai Rp1,70 triliun hingga Juni 2026. Angka tersebut meningkat 6,25% dibandingkan pendapatan semester I 2025 yang sebesar Rp1,60 triliun.
“Laba bersih kita, first half adalah Rp391 miliar, naik dibandingin sama first half 2025 hanya Rp292 miliar. Jadi naik sekitar Rp100 miliar,” kata Ananta dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Realisasi laba bersih pada semester pertama tersebut telah mencapai sekitar 65% dari target laba bersih sepanjang 2026 yang ditetapkan sebesar Rp598 miliar.
Selain mencatat pertumbuhan laba, SMF juga membukukan peningkatan aset. Hingga Juni 2026, total aset perseroan mencapai Rp68,29 triliun atau naik 21,79% dibandingkan posisi Juni 2025 yang sebesar Rp56,07 triliun.
Baca Juga: SMF Nilai Kenaikan BI Rate Bisa Tarik Investor Asing dan Perkuat Rupiah
Baca Juga: SMF Desak BI Lebih Agresif, BI Rate Diproyeksi Tembus 6,75% Akhir 2026
Di sisi lain, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp40,35 triliun atau meningkat 14,23% secara tahunan. Sementara itu, ekuitas tumbuh lebih tinggi, yakni 34,65% menjadi Rp27,95 triliun.
SMF juga mempertahankan kualitas aset dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) net tetap berada di level 0,00%.
Dari sisi profitabilitas, perseroan membukukan return on equity (ROE) sebesar 3,18%, debt-to-equity ratio (DER) sebesar 1,75 kali, serta profit margin sebesar 22,89%.






Komentar (0)