Warga Boleh Tangkap Begal Tapi Jangan Dimatiin, Walkot Bandung: Jangan Main Hakim Sendiri

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mewanti-wanti masyarakat tidak main hakim sendiri setelah diperbolehkan menangkap begal. Sebab, dikhawatirkan salah sasaran dan hanya aparat kepolisian yang memiliki wewenang menindak begal.

"Saya mengerti kegemasan masyarakat terhadap para pelaku kriminal bahkan pemerintah serta polisi sudah memberikan lampu hijau kepada masyarakat melakukan penindakan," ucap dia di sela-sela groundbreaking BRT di kawasan Terminal Leuwipanjang, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga
  • Cerita Warga Pulang Dikawal Polisi Gara-Gara Takut Begal di Bandung
  • Polda Jabar Ajak Warga Sama-Sama Tangkap Begal, Tapi Jangan Main Hakim Sendiri
  • Polisi Bantah Isu Ada Daerah Merah Rawan Begal di Bandung
Namun, Farhan menyebut terdapat dua hal yang mesti diperhatikan masyarakat yaitu penindakan terhadap begal bagian dari upaya membela diri. Selain itu, ia mewanti-wanti masyarakat tidak main hakim sendiri karena risiko salah sasaran.

"Satu, penindakan terhadap para pelaku ini adalah sebagai bagian dari kita melakukan bela diri. Kedua, jangan main hakim sendiri karena ada risiko salah sasaran. Nah, jadi kita memang harus hati-hati," kata dia.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Ia menegaskan yang berwenang melakukan penindakan sesuai hukum hanya aparat penegak hukum. Karena itu, masyarakat harus memahami hal itu sehingga tidak main hakim sendiri.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Nanik S Deyang Minta Maaf ke Prabowo karena Mundur dari Kepala BGN
• 10 jam lalu
0
thumb
LRT Jabodebek Kembali Normal Usai Berhenti Mendadak di Cawang, KAI Minta Maaf
• 8 jam lalu
0
thumb
RI Punya 93 Proyek Hidrogen Senilai Rp32 Triliun, Fokus di Transportasi hingga Kelistrikan
• 22 jam lalu
0
thumb
Viral SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh Selama Dua Tahun, Pramono: Segera Kami Tangani
• 16 jam lalu
0
thumb
Cerita Sudaryono yang Ditunjuk Jadi Kepala BGN: Saya Ditelepon Seskab Teddy
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.