JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga Cilincing, Jakarta Utara, mengaku khawatir bau menyengat yang diduga berasal dari sebuah pabrik minyak di Jalan Sungai Landak berdampak pada kesehatan mereka.
Salah seorang warga, Intan (bukan nama sebenarnya), mengaku terpaksa menggunakan tiga unit air purifier di rumah untuk mengurangi dampak yang diduga ditimbulkan oleh bau tersebut.
"Saat ini, untuk mengurangi dampak dari polusi tersebut, saya di rumah menggunakan tiga air purifier. Setiap pagi saya nyalakan, itu selalu nilai polusinya tinggi, merah, bahkan ungu. Jadi, mohon ditindaklanjuti, sudah sangat mengganggu," ujar Intan kepada Kompas.com, Rabu (22/7/2026).
Baca juga: Warga Cilincing Jakut Sebut Bau Menyengat dari Pabrik Minyak Tercium hingga Radius 1 Km
Menurut dia, kekhawatiran serupa juga dirasakan banyak warga yang tinggal di sekitar lokasi.
"Kalau misalnya mau cek, cek saja di rumah sakit sekitar, penyakit apa yang paling sering diderita oleh warga sekitar sini. Pasti ISPA," katanya.
Intan juga mengaku sempat mengalami pilek dan alergi setelah beberapa waktu mencium bau menyengat yang kerap muncul di lingkungan tempat tinggalnya.
Baca juga: Antisipasi Macet Jalan Cakung-Cilincing Jaktim Imbas Bongkar Muatan, Ada Rekayasa Lalu Lintas
"Dua minggu itu gua ngendus nih. Pilek langsung gua, langsung alergi," ucap Intan.
Keluhan serupa disampaikan Muhammad Isnaeni (48), warga yang rumahnya berjarak sekitar 200 hingga 250 meter dari pabrik.
Menurut Isnaeni, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) banyak dialami warga di sekitar kawasan tersebut.
Baca juga: Jalan Cakung-Cilincing Macet Imbas Antrean Bongkar Muat, Kini Lalin Mulai Terurai
"Kalau batuk dan lainnya, ISPA. Banyak ISPA, banyak, banyak sekali. Itu pun Puskes Kecamatan Cilincing, 'Ini ISPA, ini ISPA, ini ISPA', gitu lho," ujar dia saat ditemui Kompas.com, Rabu.
Karena itu, Isnaeni berharap Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara dapat memfasilitasi audiensi antara warga dan pihak perusahaan agar keluhan yang selama ini dirasakan bisa dibahas bersama.
"Kita duduk sama-sama, cari jalan terbaik. Buat Anda baik dan kita baik juga. Kita juga manusia, kan ingin dimanusiakan juga," tambah dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)