Grid.ID - Kabar mengenai kronologi Nanik S Deyang mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional memang menjadi perbincangan publik. Pasalnya, ia diketahui baru menjabat 45 hari.
Ya, Nanik S Deyang memilih untuk melepaskan jabatan yang baru diembannya selama 45 hari itu. Dirinya pun juga menyinggung perihal kondisi kesehatannya.
Dikutip dari Tribunnews pada Rabu (22/7/2026), Nanik resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/6/2026) lalu. Dirinya dilantik bersama dua Wakil Kepala BGN, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Setelah dilantik dirinya sempat memaparkan beberapa rencana terkait berjalannya Makan Bergizi Gratis atau MBG. Dirinya mengaku akan melakukan efisiensi anggaran agar MBG tidak membebani negara.
"Kami concern (perhatian) pada masalah efisiensi anggaran, agar bisa tidak membebani anggaran negara saat ini," ujarnya.
"Tetapi dengan tidak mengubah target dengan yang kita berikan gizi," lanjut dia.
diketahui Nanik dilantik menggantikan Kepala BGN sebelumnya yakni, Dadan Hindayan. Dadan sendiri tengah terjerat kasus korupsi penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.
Kabar mundurnya Nanik S Deyang memang mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, belum genap 2 bulan dirinya menduduki jabatan tersebut.
Lalu, bagaimana kronologi Nanik S Deyang mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional? Dikutip dari KOMPAS.com pada Rabu (22/7/2026), kabar tersebut dibenarkan oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan.
Dirgayuza menyebutkan bahwa Nanik telah berpamitan dengan Presiden. Mengenai penyebab kemundurannya, lantaran Nanik tengah menjalani pengobatan sakit jantung.
"Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung," ujarnya.
"Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," lanjutnya.
Dirga menyampaikan bahwa Nanik sudah bekerja keras saat menduduki jabatannya. Ia telah membongkar masalah dan juga memperbaiki masalah tersebut.
"Ketika dipercaya Presiden memimpin BGN, hanya dalam satu setengah bulan, ia membongkar masalah dan meletakkan fondasi perbaikan," jelas dia.
Dirga juga menyebutkan bahwa Nanik mengetahui persis apa yang terjadi ketika MBG harus berhenti sementara lantaran anak-anak sekolah sedang libur. Dirinya menyebut bahwa Nanik menilai bahwa MBG menghidupkan ekonomi masyarakat.
"Ia juga melihat sendiri bagaimana MBG menghidupkan ekonomi rakyat. Ketika program berhenti selama tiga minggu libur sekolah, petani dan peternak mengeluh hasil produksinya tidak terserap. Pedagang pasar harus membuang sayur dan buah karena kehilangan pembeli," jelasnya.
Sedangkan, melalui akun Facebook resmi miliknya, Nanik S Deyang mengkonfirmasi kemundurannya. Dirinya juga mengungkap alasan mundur dari jabatannya.
"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak Presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7) saya berangkat," jelasnya.
Nanik juga meminta maaf kepada Presiden lantaran ia memilh untuk mundur dari jabatannya. Hal itu, lanjutnya, merupakan salah satu hal yang harus ia tempuh untuk mendapatkan kesembuhan.
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf, sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya. Dan karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN," ungkapnya.
Di balik kronologi Nanik S Deyang mundur, Presiden akan membentuk semacam dewan pengawas untuk BGN. Bahkan, dirinya akan menjadi ketua dewan pengawas tersebut.
"Saya tetap berjuang dan mendukung Pak Presiden yang saat ini sangat keras berupaya memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia," ungkapnya. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)