Kenali 4 Modus Kejahatan Siber Terhadap Anak dan Cara Pencegahannya

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Anak-anak semakin rentan terhadap berbagai bentuk kejahatan online. Seiring perkembangan teknologi digital yang makin masif, modus kejahatan yang menyasar anak di dunia maya semakin berkembang.

Melansir ifii.ppatk.go.id, pelaku memanfaatkan teknologi untuk mengeksploitasi korban. Beberapa bentuk kejahatan yang perlu diwaspadai antara lain pedofil online, child grooming, sextortion, love scam, cyberbullying, dan penipuan online. Modus Kejahatan Pedofil Online dan Child Grooming Aktivitas pedofilia di internet semakin marak. Pelaku mengeksploitasi anak melalui media sosial atau aplikasi percakapan untuk memperoleh kepuasan seksual.

Pelaku sering kali menyamar sebagai anak-anak atau orang dewasa yang bisa dipercaya, lalu membangun hubungan emosional dengan korban. Tindakan ini dikenal sebagai child grooming, yaitu roses manipulatif di mana pelaku membangun hubungan psikologis dengan anak.

Child grooming bertujuan agar anak menuruti keinginan pelaku tanpa harus terjadi kontak fisik. Dalam banyak kasus, grooming ini mengarah pada eksploitasi seksual, baik secara online maupun offline. Sextortion: Pemerasan Seksual Online Sextortion atau pemerasan seksual berbasis foto dan video semakin sering terjadi di dunia digital. Pelaku memanfaatkan gambar atau video korban yang diperoleh melalui akses ilegal ke perangkat mereka atau penyebaran oleh pihak ketiga.

Ilustrasi gadget. Foto: Pexels/Towfiqu Barbhuiya

Dengan ancaman menyebarluaskan konten tersebut, pelaku memaksa korban untuk memberikan lebih banyak materi eksplisit atau bahkan melakukan tindakan tertentu yang semakin memperburuk situasi.

Kejahatan ini sering kali menyebabkan trauma psikologis yang mendalam, membuat korban enggan melapor karena rasa malu dan takut akan konsekuensi sosial. Love Scam dan Penipuan Online Love scam adalah modus kejahatan di mana pelaku berpura-pura menjalin hubungan emosional dengan korban untuk tujuan finansial atau eksploitasi lainnya.

Anak-anak dan remaja yang kurang pengalaman dalam menjalin hubungan sering menjadi target empuk bagi pelaku yang mengaku sebagai teman atau kekasih daring.

Selain itu, berbagai bentuk penipuan online seperti phishing, pencurian identitas, dan skema keuangan ilegal juga mengintai anak-anak yang kurang memahami risiko dunia maya. Cyberbullying dan Dampaknya Cyberbullying adalah bentuk intimidasi yang dilakukan secara daring melalui media sosial, pesan instan, atau platform digital lainnya. Korban sering kali mengalami tekanan psikologis yang berat akibat komentar negatif, ancaman, atau penyebaran informasi pribadi tanpa izin.

Efek dari cyberbullying dapat sangat serius, termasuk menurunnya kepercayaan diri, kecemasan, depresi, hingga tindakan yang lebih berbahaya seperti menyakiti diri sendiri. Peran Keluarga, Sekolah, dan Literasi Digital Guru Besar Universitas Airlangga, Rachmah Ida, menekankan bahwa keluarga memegang peran utama dalam membangun kebiasaan bermedia sosial yang sehat. Orang tua perlu hadir sebagai pendamping sekaligus pengawas yang membantu anak memahami manfaat dan risiko penggunaan media sosial.

Sekolah juga memiliki tanggung jawab untuk memperkuat interaksi sosial secara langsung melalui berbagai aktivitas pembelajaran dan pengembangan karakter. Menurutnya, lembaga pendidikan perlu mendorong siswa untuk aktif berkomunikasi dan berkolaborasi di dunia nyata. Bukan hanya di ruang digital.

Baca Juga :

Bisa Diberikan Sejak Dini, Pendidikan Seksual Terkendala Metode Pengajaran
Dalam konteks yang lebih luas, Ida menilai literasi digital menjadi kemampuan yang wajib masyarakat miliki. Kemampuan tersebut mencakup keterampilan memilah informasi, mengenali sumber yang kredibel, menjaga keamanan data pribadi, serta membangun resiliensi diri terhadap hoaks dan manipulasi informasi.

"Gunakan media sosial secara bijak, seperlunya, dan dengan kesadaran penuh terhadap risiko yang ada. Bijak bermedia sosial menjadi kunci agar tetap menjadi ruang yang sehat, bukan ruang yang mengendalikan penggunanya," tuturnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perbedaan Deepal S05 BEV Plus dan Max, Cek Fitur Lengkapnya
• 3 jam lalu
0
thumb
OJK Tetapkan Tiga Fokus Pengembangan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah untuk Perluas Dampak bagi Masyarakat
• 17 jam lalu
0
thumb
17 Tahun Jadi Bos PDAM, Bupati Lombok Barat Korupsi Bareng Dirut Penggantinya
• 19 jam lalu
0
thumb
Barca Gigit Jari! Bastoni Tegaskan Setia di Inter
• 18 jam lalu
0
thumb
Mengenal Sakit Pneumonia yang Meningkat di Jombang Picu Kematian, Waspada Gejala Awalnya
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.