REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi sekaligus aktris Korea Selatan, IU, terpaksa menunda perilisan album terbaru dan membatalkan konser yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Kondisi IU memburuk akibat gangguan telinga langka yang dideritanya.
Melalui platform komunikasi penggemar Berriz pada Selasa (21/7/2026), penyanyi berusia 33 tahun itu mengungkapkan kondisi kesehatannya yang membuatnya kesulitan bernyanyi. "Meski tidak memengaruhi kehidupan sehari-hari, gejalanya muncul siang dan malam sehingga sulit menjaga kondisi saat bernyanyi," tulis IU sembari meminta maaf kepada para penggemarnya atas perubahan jadwal tersebut, dikutip dari Korea Times, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga
Sisi Lain Makeup, Ternyata Bermanfaat Buat Kesehatan Mental
Satu dari Tiga Remaja di Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental
Tujuh Manfaat Nonton Ulang Film Favorit Bagi Kesehatan Mental
Gangguan yang dialami IU dikenal sebagai Patulous Eustachian Tube (PET) dysfunction atau disfungsi tuba Eustachius patulus. Kondisi ini terjadi ketika saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang hidung tetap terbuka secara tidak normal.
Dalam kondisi normal, saluran tersebut hanya terbuka saat seseorang menelan atau menguap untuk menyeimbangkan tekanan udara di telinga. Namun pada penderita PET dysfunction, saluran tetap terbuka sehingga udara dan suara terus masuk ke telinga tengah.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Akibatnya, penderita mengalami autophony, yaitu kondisi ketika suara sendiri, napas, atau detak tubuh terdengar sangat keras di dalam kepala. Profesor di Severance Hospital, Jung Jin-sei, menjelaskan penderita akan mendengar suaranya sendiri bergema seperti berada di dalam gua.
"Kondisi ini sangat menyiksa, terutama bagi penyanyi yang sangat sensitif terhadap suara," ujar Jung. Menurut dia, salah satu tanda khas gangguan tersebut adalah rasa penuh atau gema di telinga yang membaik sementara ketika penderita membungkukkan badan sekitar 90 derajat.
Komentar (0)