Purbaya Bakal Utus PIP dan SMI Beri Kredit Ringan buat Koperasi Pengelola Tambang PBNU

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memohon arahan kepada Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, atas pendirian Koperasi Produsen Bangkit Usaha Mandiri Nusantara (KPBUMN).

Hal itu diakui oleh Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya, sebagai tindak lanjut atas ketentuan pemerintah terkait konsesi tambang kepada ormas keagamaan.

Baca Juga :
Purbaya dan Ketum PBNU Bahas Investasi dan Dukungan Pemerintah di Proyek Pengolahan Sampah
Bantah Pakai Dana APBN, Purbaya Pastikan Pendanaan Awal PFII Pakai Duit Investor

"Harapannya adalah arahan dari Kementerian Keuangan, karena ada banyak hal yang semuanya harus mengikuti rezim keuangan negara. Dan kami butuh arahan dari Kementerian Keuangan supaya enggak salah-salah," kata Gus Yahya di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Photo :
  • Antara

Dia mengatakan, arahan ini diperlukan agar seluruh hal yang dilakukan oleh PBNU terkait pengelolaan konsesi tambang, tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan negara.

"Yang paling utama dari Kementerian Keuangan kami harapkan adalah arahan-arahan terkait dengan semua itu. Sementara untuk proyek-proyek konkretnya, tentu kerja sama dengan kementerian lain," ujarnya.

Terkait konsesi tambang, PBNU berkolaborasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) agar berjalan dengan lancar.

"Tapi untuk membangun keseluruhan struktur terutama terkait dengan hal-hal yang menyangkut keuangan dan pembiayaan, tentu kami sangat mengharapkan arahan dari Kementerian Keuangan," ujar Gus Yahya.

Dia juga mengungkapkan, pihaknya terbuka untuk melakukan kolaborasi terkait program lainnya bersama Pemerintah RI.

"Seperti kemarin dengan Kementerian Kesehatan, kami menyepakati akan melakukan kerja sama untuk realisasi program cek kesehatan gratis, (juga) untuk program water health and sanitation di pesantren-pesantren, dan lain sebagainya," ujarnya.

Merespons hal tersebut, Purbaya menyebut pihaknya siap mengerahkan berbagai lembaga seperti Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), untuk memberikan kredit yang lebih ringan dibandingkan pasar.

"Saya akan lihat nanti apakah itu bisa bekerja sama dengan Koperasi NU tadi, kalau mungkin kita akan kejar," ujarnya. (Ant).

Baca Juga :
Purbaya Pastikan Lokasi PFII Bukan di Dalam KEK, Simak Bocorannya
Koordinasi dengan Kemenperin dan Danantara, Purbaya Pastikan Insentif Pembelian EV Tetap Dilanjutkan
Incar Nilai Emisi hingga US$1 Miliar, Purbaya Bakal Terbitkan Panda Bond Besok

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Nanik Deyang Mundur Jadi Kepala BGN, Gegara Penyakit yang Diderita
• 9 jam lalu
0
thumb
Rilis Video Teaser, NewJeans Diduga Tengah Persiapan Comeback Tanpa Danielle
• 3 jam lalu
0
thumb
PAN soal Posisi Duduk Prabowo-Gibran: Tak Perlu Ditafsir Kiri Kanan
• 3 jam lalu
0
thumb
1 Korban Tewas Kembali Ditemukan di Reruntuhan Perumahan Elite di Medan
• 23 jam lalu
0
thumb
Sering Kehilangan Fokus saat Belajar? Coba Metode Belajar Ini, Yuk!
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.