BEKASI, KOMPAS.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi memastikan penyusutan debit Kali Bekasi di Jalan Mayor Madmuin Hasibuan, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, selama musim kemarau tidak mengganggu pasokan air baku bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi Wiratma mengatakan, penyusutan debit air hanya terjadi di bagian hilir atau sebelah utara Bendung Bekasi.
"Di Bendung Bekasi masih terdapat cadangan air karena memang air ditahan untuk kebutuhan irigasi, suplai air baku PDAM, dan kebutuhan lainnya. Jadi sangat wajar kalau terlihat kering setelah bendung," kata Wiratma saat ditemui Kompas.com di Kantor BPBD Kota Bekasi, Rabu (22/7/2026).
Baca juga: Air Kali Bekasi Menyusut Imbas Kemarau, Tumpukan Sampah Muncul di Pinggir Sungai
Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September atau Oktober, BPBD mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak untuk menjaga cadangan air tanah.
"Kalau biasanya mencuci kendaraan setiap hari, selama musim kemarau bisa dikurangi menjadi satu kali dalam seminggu," kata Wiratma.
KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA Kondisi debit air Kali Bekasi di Jalan Mayor Madmuin Hasibuan, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Selasa (22/7/2026), menyusut akibat musim kemarau. Surutnya air membuat dasar sungai dan tumpukan sampah yang sebelumnya tertutup aliran air terlihat di sejumlah titik bantaran sungai.
Menurut dia, fenomena penyusutan debit sungai merupakan kondisi yang hampir selalu terjadi setiap musim kemarau, terutama setelah hujan tidak turun selama beberapa pekan terakhir.
"Jadi fenomena ini memang wajar terjadi dan tidak usah khawatir. Karena di sebelah selatan Bendung Bekasi masih aman dan masih ada air," ujarnya.
Wiratma mengatakan, hingga kini BPBD Kota Bekasi belum menerima laporan adanya kekeringan yang menyebabkan sumber air tanah warga mengering maupun sumur tidak lagi mengeluarkan air.
Ia menjelaskan, laporan yang sempat diterima BPBD beberapa waktu lalu hanya berkaitan dengan gangguan distribusi air PDAM Tirta Patriot.
Saat itu, BPBD langsung mendistribusikan air bersih menggunakan dua unit mobil tangki.
"Kalau untuk warga yang menggunakan air tanah sampai saat ini belum ada laporan kekurangan. Dan untuk PDAM juga aman karena suplai air juga ada intervensi dari Kalimalang," ujarnya.
Baca juga: Kekeringan 2 Pekan, Warga Katulampa Bogor Cuci Baju dan Bersihkan Ikan di Kali Baru
BPBD juga telah menyiagakan armada distribusi air bersih apabila sewaktu-waktu terjadi kekurangan air di permukiman warga.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat menghubungi layanan darurat 112.
"Mobil tangki kami sudah siap melakukan dropping air bersih kapan pun dibutuhkan," ujarnya.
Selain mengantisipasi potensi kekeringan, BPBD mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan selama cuaca panas dengan memperbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi.
Komentar (0)