JAKARTA, DISWAY.ID - Sebanyak 20 ribu orang tercatat telah mengakses layanan konseling atau kesehatan mental gratis JakCare.
Hal ini dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania saat konferensi pers Realisasi APBD Triwulan II Tahun Anggaran 2026 di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 22 Juli 2026.
Atika mengatakan, dari 20 ribu orang yang melakukan konseling, 24,6 persennya berasal dari luar Jakarta.
BACA JUGA:Ini Alasan PSSI Gelar TC Timnas Indonesia di Bali, Bukan Jakarta!
"Dari total 20.000 sekian panggilan, 24,6%-nya tidak hanya berasal dari Jakarta, tapi juga dari luar Jakarta," kata Atika.
Atika menjelaskan, tingginya angka penelpon menunjukan layanan JakCare benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat.
Hal ini membuktikan bahwa masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan mental sehingga tak lagi ragu untuk mengakses layanan konseling gratis yang disediakan Pemprov DKI Jakarta.
"Ini menunjukkan bahwa concern masyarakat terhadap ee kesehatan mental itu semakin baik," katanya.
BACA JUGA:Pramono Segera Tuntaskan Persoalan Gaji ke-13 PPPK Paruh Waktu Dinkes
Atika menilai tingginya angka penggunaan layanan ini juga menunjukan jika masyarakat semakin percaya dengan layanan JakCare.
"Data statistik menunjukkan bahwa layanan JakCare ini juga dimanfaatkan oleh warga dari luar daerah," pungkasnya.
Sekedar informasi layanan JakCare diluncurkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada 14 Mei 2025 lalu untuk memberikan bantuan konseling bagi orang yang mengalami masalah kesehatan mental.
Layanan ini bisa diakses selama 24 jam oleh warga melalui sambungan telepon 0800-1500-119, serta melalui aplikasi JAKI (Jakarta Kini) dengan menekan tombol Panic Button.
BACA JUGA:Pramono Segera Bangun Gedung SDN Kebayoran yang 2 Tahun Telantar
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menegaskan meski bukan berasal dari DKI, pihaknya akan tetap melayani penelpon yang membutuhkan layanan psikiater.
- 1
- 2
- »






Komentar (0)