Presiden Prabowo Subianto meminta TNI dan Polri terus memperkuat profesionalisme serta menjaga soliditas dalam menjalankan tugas. Ia menegaskan tidak boleh ada loyalitas korps yang mengalahkan kepentingan bangsa.
Pesan itu disampaikan Prabowo saat memberikan amanat usai melantik perwira remaja TNI-Polri dalam Upacara Prastya Perwira (Praspa) di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7).
"TNI dan Polri harus kuat, TNI dan Polri harus profesional, TNI dan Polri harus bersama-sama menjaga bangsa Indonesia. Jangan ada loyalitas korps yang sempit," ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan, TNI dan Polri merupakan institusi yang memiliki peran vital dalam menjaga bangsa dan negara.
Ia juga mengingatkan para perwira agar menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan jabatan.
"Integritas adalah kehormatan seorang perwira. Jangan pernah menyalahgunakan jabatan, jangan pernah tergoda korupsi, penyelewengan. Jangan pernah berkompromi dengan narkoba, judi, atau pelanggaran hukum lainnya," katanya.
Prabowo menegaskan seorang perwira akan kehilangan kehormatan apabila mengkhianati kepercayaan rakyat.
"Sekali Saudara mengkhianati rakyat, saat itu pula Saudara kehilangan kehormatanmu," lanjutnya.
Ia mengingatkan seluruh atribut, pendidikan, hingga gaji yang diterima prajurit dan anggota Polri berasal dari uang rakyat. Karena itu, para perwira diminta mengabdikan diri untuk melindungi dan melayani masyarakat.
"Ingatlah selalu, Saudara lahir dari rakyat, dididik dengan uang rakyat. Pakaian yang kau pakai dari ujung kaki sampai ujung kepala adalah dari rakyat."
"Makanmu dari rakyat, gajimu dari rakyat. Mengabdi selalu untuk rakyat. Jadilah pelindung, pengayom, dan pembela rakyat," sambung Prabowo.






Komentar (0)