Potret Kontrakan Rp 300.000 di Jakut, Bangunan Rapuh di Belakang Kawasan Komersil

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di belakang komplek bangunan beton komersil di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, berdiri deretan kontrakan sederhana yang perlahan rapuh dimakan usia.

Kontrakan-kontrakan semipermanen tersebut perlahan mengubah wajah kawasan RT 11, RW 05, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, menjadi semakin padat, sesak, dan gelap.

Sebab, banyak warga yang menggunakan lantai dua rumahnya untuk membangun kontrakan semipermanen dengan rata-rata luas kamar hanya sekitar 3 x 3 meter.

Baca juga: Kalau Tak Keluar Gang, Enggak Bisa Lihat Siang, Kala Permukiman Tak Terjamah Matahari

Banyak warga yang membangun kontrakan di lantai dua melebihi luas rumahnya di lantai dasar.

Imbasnya, bangunan-bangunan kontrakan lantai dua itu banyak yang menutupi area atas gang yang seharusnya menjadi akses pencahayaan sinar matahari.

Kondisi ini lah yang membuat gang-gang di kawasan RT 11 sangat gelap gulita, termasuk di siang hari apabila tidak ada pencahayaan dari lampu yang terus menyala sepanjang hari.

Kendati begitu, kontrakan di kawasan ini tampak penuh, karena hampir setiap petaknya sudah diisi oleh orang.

Biaya kontrakan terjangkau

Darinah (43), menjadi salah satu pengontrak rumah di kawasan tersebut yang memilih kamar di lantai dasar.

"Harga kontrakan bervariasi ada yang Rp 500.000, ada juga yang Rp 800.000 tergantung bangunan. Jika bangunannya permanen harganya di atas Rp 500.000," ucap dia ketika ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa (21/7/2026).

Baca juga: Di Sini Orang-orangnya Baik dan Ramah, Alasan Warga Bertahan di Kampung Tanpa Matahari

Biaya kontrakan Darinah sendiri hanya Rp 500.000 per bulan, karena berada di lantai dasar, meski luasnya hanya sekitar 3 x 3 meter.

Pintu masuknya terbuat dari kayu yang cat birunya sudah luntur, dindingnya masih berupa batako yang belum dihaluskan dengan semen, namun lantainya sudah berkeramik.

Di rumah sederhana itu, Darinah bersama suami dan tiga orang anaknya hidup sehari-hari. Mereka terpaksa menjalankan berbagai aktivitas dalam satu ruangan.

Mulai dari tidur, makan, menonton televisi, menyetrika baju, dan lain sebagainya.

Sementara di sebelah kanan pintu masuk rumah, dimanfaatkan sebagai dapur terbuka.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Darinah membuat meja dari semen yang atasnya keramik berwarna pink sebagai tatakan kompor gas dua tungku.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Aksi Demo di Kejati Jatim, Mahasiswa Desak Kejaksaan Segara Tahan Eks Jampidsus Febrie | BERUT
• 18 jam lalu
0
thumb
Saan Buka Kongres GP NasDem, Targetkan Partai Masuk 3 Besar di Pemilu 2029
• 19 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,635 Juta/Gram, Simak Daftar Lengkapnya
• 9 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Jaya Selidiki Laporan Dugaan Penghinaan terhadap Wartawan oleh Hotman Paris
• 22 jam lalu
0
thumb
Perluas Akses Pasar, Peruri Dorong UMKM Binaan Naik Kelas
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.