REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Pasukan Penjajah Israel kembali melanjutkan pembantaian lewat serangan udara yang mengincar warga sipil di jalur Gaza. Serangan tersebut dilakukan di tengah gencatan senjata yang masih berlaku antara pihak zionis dan perlawanan yang difasilitasi Amerika Serikat.
Serangan udara Israel menargetkan sebuah apartemen tempat tinggal milik keluarga Al-Masri di lingkungan Al-Sabra, sebelah selatan Kota Gaza. Menurut sumber lokal, pesawat tempur Israel melepaskan tiga rudal ke arah apartemen yang berada di seberang Kamar Dagang di Jalan Thalatini sebelum Subuh pada Selasa(21/7/2026) seperti dilansir Palestine Chronicle.
Baca Juga
Danantara Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Tinjau Langsung Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
PBNU Tepis Isu Penyanderaan SK PCNU Jelang Mukhtamar ke-35 di Jombang
Daftar 4 Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Bakal Dilantik Presiden
Serangan itu menewaskan enam anggota keluarga tersebut, yakni sang ayah Firas Ahmed Al-Masri, sang ibu Salsabeel Mohammad Al-Masri, serta empat anak mereka: Naeem, Ferial, Salma, dan Amira.
Jenazah para korban dievakuasi ke Rumah Sakit Al-Shifa, di mana foto-foto para korban dengan cepat menyebar di media sosial.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Warga Palestina meratapi jenazah mantan polisi Abed Almalek Abu Jobein, di Rumah Sakit Al-Shifa, Kota Gaza, pada 14 Juli 2026. Setidaknya tujuh warga Palestina tewas dalam serangan Israel terhadap sebuah kantor polisi di Jabalia, Gaza utara. - (EPA/MOHAMMED SABER )
Satu keluarga lenyap seketika
Jurnalis dan aktivis Palestina menggambarkan serangan itu sebagai contoh lain dari musnahnya seluruh anggota keluarga selama agresi Israel di Gaza.
Salah satu kesaksian yang dibagikan secara luas menyebutkan bahwa pemboman tersebut telah "mengakhiri hidup sang ayah Firas Al-Masri, istrinya, dan empat anak mereka."Kesaksian tersebut mengungkap "satu keluarga lenyap dalam sekejap."
Kesaksian lain menggambarkan betapa korban yang disasar Israel "tidak ada yang terluka—semuanya tewas,". Sementara itu, saksi lain menceritakan bahwa sang ibu dan empat anaknya dievakuasi dari bawah reruntuhan dalam kondisi hangus terbakar.
Komentar (0)