VIVA – Pemain Timnas Spanyol, Gavi, tidak berpikir bahwa Leandro Paredes harus dihukum setelah insiden pertikaian yang terjadi seusai final Piala Dunia 2026. Sang gelandang Barcelona sempat terlihat terkapar usai adu jotos dengan pemain Argentina itu.
La Furia Roja sukses keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 pada akhir pekan kemarin. Mereka mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0 berkat gol Ferran Torres pada menit ke-106.
Spanyol memang mendominasi permainan di sepanjang laga. Namun, pertandingan baru mulai menemukan jalannya setelah Enzo Fernandez dikartu merah.
Setelah wasit meniupkan peluit panjang, Gavi yang menjadi pemain cadangan di sepanjang laga masuk ke lapangan. Paredes beradu argumen dengan Eric Garcia sebelum Gavi masuk dalam pertikaian.
Kemudian, sang gelandang Barcelona kemudian terkapar usai dihantam oleh Paredes. Walau begitu, Gavi tidak menginginkan gelandang Boca Juniors itu untuk dihukum karena insiden tersebut adalah bagian dari sepak bola.
- REUTERS/Amanda Perobelli
“Tidak, sejujurnya, saya tidak kira dia [Paredes] tidak seharusnya disanksi. Saya paham bahwa itu bukanlah gambar yang bagus untuk anak-anak, namun sepak bola memiliki sisi yang lebih fisik dan agresif,” kata Gavi kepada El Partidazo de COPE, dilansir dari media Spanyol, Marca.
“Sisi logisnya adalah untuk mengartu merahnya di tengah laga, dan itu saja. Pada akhirnya, itulah sepak bola, dan saya pikir harus terus seperti itu,” tambahnya.
Terlepas dari sikap maaf dari Gavi, Paredes masih bisa mendapatkan hukuman setelah Piala Dunia 2026. FIFA dilaporkan sedang memeriksa ulang peristiwa tersebut dan bisa menjatuhkan hukuman kepada sejumlah pemain Argentina atas tindak kekerasan.
Menurut Kode Disiplin FIFA, sanksi untuk menyikut, menonjok, menendang, menggigit, meludah, atau menghajar lawan bisa dihukum setidaknya tiga pertandingan. Itu juga bisa lebih panjang, bergantung dengan tingkat kekerasan yang ditetapkan oleh Komite Disiplin.
Tak hanya Paredes yang berada dalam ancaman. Nahuel Molina juga berada dalam ancaman karena diduga menghajar Rodri di bagian dadanya ketika dia hendak merayakan keberhasilan meraih gelar juara.
Selain tindak kekerasan di laga ini, para pemain Argentina sebelumnya telah berada dalam sorotan karena pesan di laga semifinal kontra Inggris. Mereka merayakan kemenangan tersebut dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Kepulauan Falkland Adalah Milik Argentina”.






Komentar (0)