Voli Korea Diguncang Skandal: Atlet Disabilitas Dihina hingga Ditendang Pelatih, Lisensi Terancam Dicabut

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Dunia voli Korea Selatan kembali diguncang skandal, setelah muncul dugaan pelanggaran hak asasi terhadap atlet disabilitas yakni berupa tindakan kekerasan verbal dan fisik yang dilakukan seorang pelatih terhadap para pemain.

Yonhap News melaporkan bahwa seorang pelatih berinisial A terancam menerima sanksi berat hingga pencabutan lisensi kepelatihan setelah hasil investigasi menemukan adanya tindakan kekerasan verbal dan fisik terhadap para pemain tim bola voli duduk Kota Cheonan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Sports Ethics Center atau Pusat Etika Olahraga Korea Selatan telah menyelesaikan proses investigasi yang berlangsung lebih dari tiga bulan. 

Berdasarkan hasil penyelidikan internal, Sports Ethics Center telah menerima sebagian besar laporan yang diajukan para atlet dan pada 13 Juli merekomendasikan kepada Pemerintah Kota Cheonan agar menjatuhkan hukuman disiplin berat sekaligus mengajukan pencabutan lisensi kepelatihan terhadap pelatih A.

Kasus ini bermula pada April 2026 lalu ketika sembilan atlet tim bola voli duduk melaporkan sang pelatih ke Sports Ethics Center. 

Saat itu mereka menuding pelatih tersebut melakukan berbagai bentuk pelanggaran hak asasi, mulai dari kekerasan verbal hingga tindakan fisik selama proses latihan.

Dalam surat pemberitahuan kepada para atlet dan Pemerintah Kota Cheonan, Sports Ethics Center menyatakan bahwa pelatih A terbukti memanfaatkan posisi dan kewenangannya sebagai pelatih.

Pelatih A diketahui terus-menerus melontarkan kata-kata kasar, menghina, serta merendahkan martabat para atlet melalui panggilan telepon maupun pesan singkat sejak 2022 hingga akhir 2025.

Tak hanya itu, Sports Ethics Center juga menyimpulkan bahwa pelatih A melakukan tindakan fisik yang melampaui batas pembinaan. 

Bahkan beberapa tindakan yang disebutkan antara lain melempar bola voli ke arah atlet penyandang disabilitas hingga menendang tulang kering mereka, yang dinilai berpotensi menyebabkan cedera dan termasuk bentuk kekerasan.

Namun Pelatih A sendiri sempat membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia mengklaim bahwa ucapan-ucapan keras yang dilontarkannya hanya merupakan luapan emosi dalam hubungan yang akrab dengan para pemain. 

Selain itu ia juga menegaskan tidak pernah berniat melukai atau mengancam atlet dan menyebut tindakan itu sebagai bagian dari proses latihan yang sah. Namun, pembelaan tersebut tidak diterima oleh Sports Ethics Center.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Berbohong Demi Iklan, Presiden La Liga Sebut Gianni Infantino Sudah Rusak Piala Dunia dan Sepak Bola
• 11 jam lalu
0
thumb
Jakarta Kurangi Open Dumping di Bantargebang Mulai Agustus, Setop Total 2029
• 21 jam lalu
0
thumb
IHSG Diproyeksi Menguat ke Level 6.416
• 7 jam lalu
0
thumb
Potret Detik-Detik Rudal AS Bom Situs Militer Iran, Picu Ledakan Besar
• 9 jam lalu
0
thumb
Pefindo Catat Penerbitan Surat Utang Korporasi Rp87,35 Triliun: Semarak!
• 31 menit lalu
0
Berhasil disimpan.