Tentara Lebanon Mulai Masuki Wilayah yang Ditinggalkan Israel

metrotvnews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Zawtar al-Gharbiyeh: Tentara Lebanon mulai dikerahkan ke Kota Zawtar al-Gharbiyeh di Lebanon selatan pada Selasa, 21 Juli 2026, setelah pasukan Israel menarik diri dari wilayah tersebut. 

Langkah itu menjadi ujian pertama dari kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat (AS).

Mengutip laporan Reuters via Channel News Asia, kesepakatan tersebut mengatur pengerahan tentara Lebanon untuk menyita senjata milik kelompok Hizbullah di sejumlah wilayah Lebanon selatan, disertai penarikan pasukan Israel secara bertahap.

Militer Israel pada Senin menyatakan program yang disebut sebagai pilot zone programme telah dimulai. Namun, hingga Selasa pihaknya belum memberikan komentar lebih lanjut.

Penyerahan wilayah pada Selasa menjadi uji pertama pelaksanaan rencana tersebut. Pemerintah Lebanon berharap langkah itu dapat membuka jalan bagi pemulihan kendali atas kawasan sedalam sekitar 10 kilometer di wilayah selatan yang masih diduduki pasukan Israel.

Tentara Lebanon menyatakan pasukannya telah mulai memasuki Zawtar al-Gharbiyeh di wilayah Nabatieh. Namun, warga diminta tidak kembali ke kota tersebut hingga kondisi keamanan dinyatakan stabil.

Seorang pejabat militer Lebanon mengatakan tim teknik militer masih menyisir kawasan itu untuk mencari bahan peledak yang belum meledak sebelum wilayah tersebut dinyatakan aman bagi penduduk. Kota Belum Layak Huni Wali Kota Zawtar al-Gharbiyeh, Abed Ezzeddin, mengatakan tim teknik militer telah memasuki wilayah tersebut dan pemerintah daerah masih menunggu arahan lebih lanjut.

"Kami akan memberi tahu warga setelah wilayah dipastikan aman dan berada di bawah kendali tentara," ujarnya.

Ezzeddin menggambarkan tingkat kerusakan di kota itu sangat parah. 

Menurutnya, lebih dari separuh wilayah kota hancur, sementara bangunan yang masih berdiri mengalami kerusakan berat sehingga kawasan tersebut belum layak dihuni.

Ia juga mempertanyakan keamanan warga untuk kembali karena pasukan Israel masih berada di kota tetangga, Zawtar al-Sharqiyeh, yang hanya berjarak sekitar lima menit berjalan kaki.

"Bagaimana saya bisa yakin dapat memasuki Zawtar al-Gharbiyeh dengan aman? Bagaimana saya bisa berpikir untuk kembali menetap di sana sementara pasukan Israel masih berada tepat di sebelah kami di Zawtar al-Sharqiyeh?" katanya. Prospek Perdamaian Israel-Lebanon Militer Israel pada Senin mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan penataan ulang pengerahan pasukan sebagai bagian dari program percontohan tersebut.

Seorang pejabat militer Israel mengatakan program itu menjadi uji kemampuan Angkatan Bersenjata Lebanon untuk menjalankan kedaulatan sebagai satu-satunya otoritas resmi yang berwenang membawa senjata di tiga desa percontohan.

Sejumlah pejabat Israel sebelumnya menyatakan keraguan terhadap kemampuan Lebanon melucuti senjata Hizbullah. Meski demikian, Israel menilai kesepakatan yang dicapai bulan lalu merupakan langkah penting menuju perdamaian jangka panjang dengan Lebanon.

Presiden Lebanon Joseph Aoun dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington pada Selasa.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Jaya Akan Panggil Hotman Paris Terkait Laporan Dugaan Rendahkan Profesi Wartawan
• 10 jam lalu
0
thumb
Mensesneg: Prabowo Restui Pengunduran Diri Kepala BGN Nanik Deyang
• 6 jam lalu
0
thumb
Millie Bobby Brown Berduka, Lawan Mainnya di Godzilla vs. Kong Meninggal Secara Tragis
• 2 jam lalu
0
thumb
Daftar 5 Pejabat Kejagung yang Baru Ditunjuk Prabowo, Siapa Saja?
• 3 jam lalu
0
thumb
Antara Keberuntungan hingga Ketidakpastian, Inilah Arti Mimpi tentang Hujan yang Memiliki Makna Dalam
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.