Prihatin! Tanpa Siswa Baru, SDN di Sidoarjo Hanya Miliki 12 Murid

rctiplus.com
12 jam lalu
Cover Berita
Prihatin! Tanpa Siswa Baru, SDN di Sidoarjo Hanya Miliki 12 MuridNasional | inews | Rabu, 22 Juli 2026 - 04:07Dengarkan Berita

SIDOARJO, iNews.id – SD Negeri Kupang IV di Dusun Kalialo, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, memulai tahun ajaran 2026/2027 tanpa menerima satu pun siswa baru. Sekolah yang berada di kawasan tambak terpencil itu kini hanya memiliki 12 murid.

Tidak tampak suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) maupun kehadiran peserta didik baru di sekolah tersebut. Aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung meski jumlah siswa terus menyusut.

Saat ini, SD Negeri Kupang IV hanya memiliki 12 siswa yang tersebar di kelas II hingga kelas VI. Ketiadaan siswa baru membuat kelas I kosong pada tahun ajaran 2026/2027.

Keterbatasan jumlah ruang belajar juga memaksa sekolah menggabungkan dua tingkat kelas dalam satu ruangan. Proses pembelajaran didukung delapan guru dan seorang kepala sekolah yang tetap berupaya memberikan layanan pendidikan bagi para siswa.

Baca Juga:Hikayat Asal Muasal Nama Jakarta dari Masa ke Masa

Selain menghadapi minimnya jumlah murid, sekolah ini juga belum menikmati Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga kini, belum ada distribusi makanan bergizi dari pemerintah ke sekolah yang berada di wilayah pesisir tersebut.

Salah seorang siswa, Hafis Amrizal mengaku tetap bersemangat bersekolah meski harus menempuh perjalanan dengan sepeda setiap hari.

"Naik sepeda," kata Hafis. 

Sementara itu, guru SDN Kupang IV, Solekan Tabib, mengatakan sekolahnya termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sehingga membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.

Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, para guru memilih tetap mengabdi agar sekolah tidak ditutup dan anak-anak di kawasan tambak tetap memiliki akses terhadap pendidikan. 

Mereka berharap pemerintah segera memberikan perhatian, baik melalui perbaikan sarana pendidikan maupun pemerataan program bantuan, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kita ini kan tergolong sekolah sekolah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) dan di sini belum ada kabar untuk dapat MBG. Di sini menurut kami sangat layak," ujar Solekan.

#jatim

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Suasana Kantor BGN Usai Nanik S Deyang Mundur
• 5 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Siap Luncurkan Motor Listrik Buatan Anak Bangsa dalam Waktu Dekat
• 23 jam lalu
0
thumb
APHI Dorong Multiusaha Kehutanan Perkuat Ekonomi Maluku Utara
• 5 jam lalu
0
thumb
Media Vietnam Rilis Daftar 5 Pemain Terbaik di Piala AFF 2026, Satu Bintang Timnas Indonesia Masuk Daftar, Siapa?
• 23 jam lalu
0
thumb
Inisiatif Beyond2020 dari Zayed Sustainability Prize Memperkuat Ketahanan Layanan Kesehatan bagi Lebih dari 200.000 Orang di India
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.