Pantau - Pemerintah Provinsi Banten menyambut baik minat para pengusaha asal Vietnam yang berencana menjadikan Banten sebagai salah satu pusat pengembangan investasi unggulan di Indonesia, dengan fokus awal pada sektor manufaktur, properti, dan peternakan sapi perah.
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan hal tersebut usai menerima kunjungan Komite Bilateral KADIN Indonesia untuk Vietnam dan Kamboja di Gedung Negara Pemprov Banten, Kota Serang.
Andra Soni mengatakan Banten menawarkan banyak nilai tambah bagi investor karena berbatasan langsung dengan Jakarta, memiliki lokasi yang strategis, serta didukung infrastruktur yang siap.
Ia mengungkapkan, "Infrastruktur pelabuhan, bandara, dan akses jalan tol kita sangat memadai. Oleh karena itu, seiring dengan semakin kuatnya hubungan bilateral Indonesia-Vietnam, Pemprov Banten berkomitmen mempermudah dan membantu kelancaran masuknya para investor."
Tiga Sektor Strategis Jadi Fokus InvestasiBerdasarkan hasil diskusi awal, pihak Vietnam menunjukkan minat besar untuk berinvestasi di sektor manufaktur, real estate, dan peternakan sapi perah di Provinsi Banten.
Andra Soni menilai sektor peternakan sapi perah memiliki potensi yang sangat besar untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Menurutnya, kebutuhan susu diperkirakan terus meningkat seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mengatakan, "Apalagi kalau kita melihat suplai kebutuhan susu seiring dengan bergulir nya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kalau investor Vietnam berinvestasi di Banten, kita bisa memproduksi susu sendiri dengan standar teknologi mereka yang mumpuni."
Pemprov Siapkan Dialog Lanjutan dengan InvestorSebagai tindak lanjut pertemuan, Pemprov Banten tengah menyiapkan dialog intensif melalui Banten Investment Forum yang dijadwalkan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Banten pada Oktober mendatang.
Dialog tersebut bertujuan memperkuat komunikasi sekaligus memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai potensi investasi kepada calon investor asal Vietnam.
Andra Soni mengungkapkan, "Ini baru tahap awal, kita terus membangun komunikasi. Nanti setelah ini kita akan adakan dialog karena banyak pengusaha di sana yang meminta informasi komprehensif terkait potensi investasi di Provinsi Banten."
Perwakilan Komite Bilateral Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia untuk Negara Vietnam dan Kamboja, Edwin Setiawan Tjie, membenarkan tingginya minat pengusaha Vietnam terhadap Banten.
Edwin menyebut daya tarik Banten didukung oleh letak geografis yang strategis, prospek usaha yang masih terbuka luas, serta basis pasar Indonesia yang merupakan terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Ia mengatakan, “Basis pasarnya juga tergolong sangat luas. Mengingat pasar Indonesia merupakan yang terbesar di kawasan Asia Tenggara, hal itulah yang membuat para investor Vietnam sangat tertarik dan meminta informasi sedetil mungkin terkait Banten.”





Komentar (0)