jpnn.com, JAKARTA - Upaya pemerintah memperkuat pemberantasan judi online (judol) melalui pendekatan yang menyasar seluruh ekosistem kejahatan digital mendapat apresiasi dari kalangan aktivis pemuda.
Wakil Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Rusdi Ali Hanafia, mengatakan bahwa strategi tersebut lebih efektif dibanding hanya memblokir situs perjudian.
BACA JUGA: Bos OJK Soroti Dampak Judol, Terjerat Masalah Finansial hingga Keretakan Keluarga
Menurutnya, langkah yang ditempuh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menunjukkan perubahan strategi yang lebih komprehensif karena mencakup pemutusan akses platform, aliran dana, hingga penindakan terhadap jaringan pelaku.
"Ini merupakan strategi yang sangat tepat dan patut kami dukung," ujar Rusdi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/7).
BACA JUGA: Seribu Lebih ASN Jawa Barat Terlibat Judol
Sinergi Kemkomdigi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, industri perbankan, dan Polri akan mempersempit ruang gerak pelaku judi online karena tidak hanya memutus akses digital, tetapi juga mengawasi jalur transaksi keuangan yang menjadi penopang operasional mereka.
"Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan. Ketika akses digital ditutup, transaksi keuangan diawasi secara ketat, dan aparat penegak hukum bergerak menindak jaringan pelaku, maka ekosistem judol akan semakin sulit berkembang," katanya.
BACA JUGA: 321 WNA Ditangkap, Bareskrim Beberkan Cara Judol Hayam Wuruk Beroperasi
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pemberantasan judi online tidak cukup dilakukan dengan memblokir situs, tetapi harus menyasar seluruh ekosistemnya agar memberikan dampak yang berkelanjutan.
Rusdi juga menyoroti dampak sosial yang ditimbulkan judi online, mulai dari kerugian finansial, meningkatnya kriminalitas, gangguan kesehatan mental, hingga ancaman terhadap ketahanan keluarga dan masa depan generasi muda.
Menurut dia, pemuda memiliki peran penting sebagai agen perubahan dengan memanfaatkan teknologi digital untuk kegiatan yang produktif dan menjauhi praktik perjudian online.
Rusdi berharap sinergi antarlembaga terus diperkuat melalui peningkatan teknologi pengawasan, pertukaran data, pengawasan transaksi keuangan, serta penegakan hukum yang konsisten terhadap seluruh pihak yang terlibat.
Dia menambahkan, edukasi dan peningkatan literasi digital masyarakat juga harus menjadi bagian dari strategi nasional pemberantasan judi online.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah, aparat penegak hukum, sektor keuangan, industri digital, media, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan ekosistem digital yang aman dan bebas dari praktik judi online. (jlo/jpnn)
Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh





Komentar (0)