Wacana Hidupkan SPP SMA/SMK Negeri di Jabar, KDM: Cukup Pakai Dana BOS

republika.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dalam beberapa hari terakhir muncul wacana menghidupkan kembali Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di SMK/SMN negeri di Jawa Barat. Namun, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menegaskan tidak ada alasan mengaktifkan kembali SPP di SMA/SMK negeri. 

Menurut gubernur yang akrab disapa KDM itu, kebutuhan operasional sekolah sudah dapat dipenuhi melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta bantuan operasional dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dia mengatakan, pemerintah telah melakukan pengecekan terhadap kebutuhan anggaran sekolah negeri. Hasilnya, dana yang tersedia dinilai masih mencukupi untuk membiayai kegiatan belajar mengajar tanpa harus membebani orang tua siswa dengan pungutan SPP.

Baca Juga
  • Bupati Jeje Sebut Koperasi Bakal jadi Penggerak Kemandirian Ekonomi di Jawa Barat
  • DPRD Jawa Barat Siapkan Perda Anti LGBTQ, MUI Jabar Siap Keluarkan Fatwa Soal Kaum Boti
  • BMKG Ingatkan Ancaman Kekeringan di Jawa Barat, Air Bersih Terancam Langka
"Saya sudah cek. Cukup dengan dana BOS dan dana biaya operasional dari Provinsi Jawa Barat. Cukup, sampelnya banyak, datanya banyak," ujar dia, Sabtu (18/7/2026).

Mantan bupati Purwakarta ini juga menyinggung masih adanya penyalahgunaan dana BOS di sejumlah sekolah. Berdasarkan hasil pemeriksaan, nilai temuan dalam APBD 2025 mencapai sekitar Rp 4 miliar.

.rec-desc {padding: 7px !important;} "Bahkan kalau mau dibuka, yang menggunakan dana BOS untuk kepentingan lain yang bukan pendidikan, jumlah temuannya APBD 2025 itu sampai Rp 4 miliar," katanya.

Menurutnya, temuan tersebut menunjukkan persoalan utama bukan terletak pada kurangnya anggaran. Melainkan pada tata kelola penggunaan dana yang harus dibenahi.

"Saya menilai anggarannya sudah cukup. Kalau terlalu banyak, nanti ada potensi digunakan untuk kepentingan lain. Malah menjadi beban bagi kepala sekolah. Kasihan, jangan sampai ada yang terkena aspek pidana gara-gara salah mengelola dana BOS," ujarnya.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memfokuskan anggaran untuk meningkatkan kualitas fasilitas sekolah. Mulai dari perbaikan toilet, sarana olahraga, hingga tempat ibadah agar siswa dapat belajar dengan lebih nyaman. 

"Pokoknya sekolah harus oke, siswa-siswanya harus kreatif, dan Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk itu," tukas KDM. 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kebakaran di Djakarta Theater XXI Jakpus Padam, Tak Ada Korban Jiwa
• 16 jam lalu
0
thumb
Jangan Dianggap Sepele! Asam Urat yang Dibiarkan Bisa Sebabkan Cuci Darah
• 3 jam lalu
0
thumb
PWI Terima Permohonan Maaf Hotman Paris, Tapi Proses Hukum Tetap Berjalan
• 1 jam lalu
0
thumb
Cerita Sarjana Difabel Tunanetra Jualan Rambak karena Sulit Dapat Kerja Kantoran
• 4 jam lalu
0
thumb
Penumpang Cerita Detik-detik LRT Jabodebek Berhenti Mendadak: Sempat Histeris
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.