Istanbul (ANTARA) - Pemimpin Tertinggi Iran yang telah wafat, Ali Khamenei, berulang kali menekankan dalam pertemuan-pertemuan tertutup perlunya mengakhiri situasi “tidak perang, tidak damai” (ketegangan yang berkepanjangan tanpa konfrontasi militer terbuka, namun juga tanpa adanya perbaikan hubungan atau perdamaian) antara Iran dan Amerika Serikat.
Hal tersebut diungkapkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa (21/7).
Khamenei, yang memimpin Iran selama hampir 36 tahun, tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, yang menjadi awal serangan gabungan AS-Israel terhadap Teheran.
Berbicara dalam upacara peringatan Hari Nasional Industri dan Pertambangan, Pezeshkian memuji kepemimpinan Khamenei dalam membentuk arah strategis Iran, khususnya terkait upaya mengakhiri situasi yang tidak menentu antara konflik dan perdamaian, menurut kantor berita resmi IRNA.
“Pemimpin tertinggi menekankan dalam pertemuan-pertemuan tertutup mengakhiri kondisi ‘tidak perang, tidak damai’,” kata Pezeshkian.
Ia mengatakan Iran memasuki negosiasi “berdasarkan kehormatan, kebijaksanaan, dan martabat bangsa”. Ia juga menambahkan bahwa upaya diplomatik pemerintah bertujuan untuk melindungi kepentingan bangsa.
“Lembaga-lembaga diplomatik kami tidak akan pernah mundur dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Iran,” ucap Pazeshkian.
Pada Senin, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan Teheran telah menerima sejumlah usulan dari pihak-pihak mediator yang bertujuan meredakan ketegangan dengan Amerika Serikat, sembari menegaskan kembali komitmen Iran terhadap diplomasi di tengah baku tembak antara Washington dan Teheran.
Amerika Serikat telah meningkatkan serangannya terhadap Iran sejak pekan lalu. Iran membalas dengan melancarkan serangan terhadap fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan oleh militer AS di sejumlah negara di kawasan.
Saling serang antara Amerika Serikat dan Iran terjadi meskipun kedua negara sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni untuk mengakhiri perang dan mencapai perjanjian damai yang berkelanjutan.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Iran serang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan kepada AS
Baca juga: Trump ancam Iran akan bayar mahal jika tentara AS kembali tewas
Baca juga: AS tuduh Iran jadikan Selat Hormuz sebagai alat tawar perundingan
Hal tersebut diungkapkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa (21/7).
Khamenei, yang memimpin Iran selama hampir 36 tahun, tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, yang menjadi awal serangan gabungan AS-Israel terhadap Teheran.
Berbicara dalam upacara peringatan Hari Nasional Industri dan Pertambangan, Pezeshkian memuji kepemimpinan Khamenei dalam membentuk arah strategis Iran, khususnya terkait upaya mengakhiri situasi yang tidak menentu antara konflik dan perdamaian, menurut kantor berita resmi IRNA.
“Pemimpin tertinggi menekankan dalam pertemuan-pertemuan tertutup mengakhiri kondisi ‘tidak perang, tidak damai’,” kata Pezeshkian.
Ia mengatakan Iran memasuki negosiasi “berdasarkan kehormatan, kebijaksanaan, dan martabat bangsa”. Ia juga menambahkan bahwa upaya diplomatik pemerintah bertujuan untuk melindungi kepentingan bangsa.
“Lembaga-lembaga diplomatik kami tidak akan pernah mundur dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Iran,” ucap Pazeshkian.
Pada Senin, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan Teheran telah menerima sejumlah usulan dari pihak-pihak mediator yang bertujuan meredakan ketegangan dengan Amerika Serikat, sembari menegaskan kembali komitmen Iran terhadap diplomasi di tengah baku tembak antara Washington dan Teheran.
Amerika Serikat telah meningkatkan serangannya terhadap Iran sejak pekan lalu. Iran membalas dengan melancarkan serangan terhadap fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan oleh militer AS di sejumlah negara di kawasan.
Saling serang antara Amerika Serikat dan Iran terjadi meskipun kedua negara sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni untuk mengakhiri perang dan mencapai perjanjian damai yang berkelanjutan.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Iran serang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan kepada AS
Baca juga: Trump ancam Iran akan bayar mahal jika tentara AS kembali tewas
Baca juga: AS tuduh Iran jadikan Selat Hormuz sebagai alat tawar perundingan






Komentar (0)