Terowongan PLTA Meledak, 10 Pekerja Tewas-15 Belum Ditemukan

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: (Dok. nhpcindia.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah korban dalam insiden ledakan di terowongan proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Teesta Stage VI di negara bagian Sikkim, India, terus bertambah. Sedikitnya 10 pekerja dilaporkan tewas, sementara 15 pekerja lainnya dikhawatirkan masih terjebak di dalam terowongan setelah ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas.

Otoritas menyebut peluang para pekerja yang masih terjebak untuk bertahan hidup semakin kecil karena tim penyelamat harus menghadapi kepulan gas beracun yang memenuhi terowongan.

Dilansir Reuters, ledakan terjadi pada Senin (20/7/2026) di proyek milik perusahaan listrik negara National Hydroelectric Power Corporation Ltd (NHPC) yang berada di Sungai Teesta, Desa Samardung, negara bagian Sikkim di timur laut India.


Pilihan Redaksi
  • Trump Mulai Lagi Perang Dagang, Jatuhkan Tarif 50% ke Negara Ini
  • RI Beri Sinyal Keras soal Laut China Selatan, Sugiono Ungkap Hal Ini
  • Pemerintah AS Mendadak Rilis Travel Warning Baru, Ada Apa?

Pejabat distrik setempat, Subash Ghimirey, mengatakan insiden tersebut terjadi di lokasi pembangunan PLTA yang berada di kawasan pegunungan terjal.

Dalam pernyataannya, NHPC mengungkapkan ledakan dipicu oleh semburan gas secara tiba-tiba yang diduga merupakan gas metana yang terperangkap di dalam atau di sela-sela bebatuan terowongan.

Hingga Selasa, (21/7/2026), sedikitnya 15 pekerja masih diyakini berada di dalam terowongan.

Pejabat Badan Penanggulangan Bencana Negara Bagian Sikkim, Rajiv Roka, mengatakan peluang mereka untuk selamat sangat kecil mengingat kondisi di dalam terowongan.

"Peluang mereka untuk bertahan hidup sangat tipis," kata Roka.

Ia menjelaskan operasi penyelamatan berlangsung sangat sulit karena tim penyelamat harus menghadapi gas beracun yang masih memenuhi area terowongan.

Menurut NHPC, total terdapat sedikitnya 25 pekerja dan pejabat proyek yang terjebak di dalam terowongan saat ledakan terjadi. Jumlah tersebut sudah termasuk 10 korban tewas yang jenazahnya telah berhasil dievakuasi.

Tim penyelamat terus berupaya mengevakuasi para pekerja yang masih berada di dalam terowongan.

Foto-foto yang diunggah pemerintah negara bagian Sikkim melalui akun Facebook resminya memperlihatkan para petugas mengenakan pakaian pelindung berwarna oranye saat menurunkan tabung oksigen, tali penyelamat, serta berbagai perlengkapan darurat lainnya dari kendaraan operasional.

Peralatan tersebut digunakan untuk membantu proses pencarian di dalam terowongan yang dipenuhi asap tebal dan gas beracun.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Babinsa dan Bhabinkamtibmas Tarik Pajak, Ini Kata Dirjen Pajak

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pramono: Semua Aset Jakarta Bisa Dijual Naming Rights, Termasuk Terowongan
• 12 jam lalu
0
thumb
Mesin Gol Timnas Indonesia Ole Romeny, Diyakini Jadi Kekuatan Utama Lini Depan Fortuna Sittard
• 12 jam lalu
0
thumb
Atlet Golf Putri Sempat Berteriak saat Diculik Dua Pria Berbadan Besar
• 18 jam lalu
0
thumb
Beri Sinyal Turun, Bahlil Minta Pertamina dan Swasta Siapkan Penyesuaian Harga BBM
• 15 jam lalu
0
thumb
Pemkot Surabaya Minta Pengelola Usaha Patuhi Izin Penyelenggaraan Parkir
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.