jpnn.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto, menyoroti berbagai langkah yang telah dilakukan pemerintah di sektor pendidikan.
Salah satunya melalui platform Rumah Pendidikan yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
BACA JUGA: Kemendikdasmen Ungkap Pekerjaan yang Paling Dibutuhkan, Peluang Karier Baru Bagi Lulusan SMK
Menurut Presiden Prabowo, platform tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas akses terhadap sumber belajar digital bagi guru maupun murid di seluruh Indonesia.
“Bahwa kita punya apps yang dilaksanakan oleh Menteri Dikdasmen, Rumah Pendidikan, portal terintegrasi dengan Interactive Flat Panel yang kita bagikan telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna. Menyediakan 4.843 sumber belajar gratis dan membantu ratusan ribu guru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar,” ujar Presiden Prabowo.
BACA JUGA: Kemendikdasmen: 500 Sekolah Nasional Terintegrasi akan Dibangun hingga 2029
Presiden Prabowo juga menyampaikan Indonesia baru saja menerima penghargaan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui International Telecommunication Union (ITU) dalam kategori e-Government.
Capaian ini menjadi salah satu bentuk pengakuan internasional terhadap berbagai upaya digitalisasi digital yang dilakukan pemerintah.
BACA JUGA: Kemendikdasmen Percepat Transformasi Pembelajaran AI & Koding, 300 Ribu Guru Tendik Jadi Target
Penguatan ekosistem pembelajaran digital tersebut juga didukung melalui penyediaan sarana pembelajaran berbasis teknologi di satuan pendidikan.
Pemerintah sebelumnya telah mendistribusikan satu unit Papan Interaktif Digital (Interactive Flat Panel/IFP) ke setiap sekolah dan pada tahun ini akan melanjutkan program tersebut dengan penambahan tiga unit IFP di setiap sekolah.
“Kita sudah membagi Interactive Flat Panel, layar pintar di seluruh sekolah Indonesia, satu per sekolah tahun lalu sudah kita bagikan. Tahun ini kita akan tambah tiga plus per sekolah," kata presiden.
Dia harapkan di akhir 2026 akan sudah tersampaikan, terkirim kurang lebih tambahan 700 ribu panel pintar atau smart digital panel di seluruh sekolah Indonesia, akhir Desember 2026 atau semester pertama 2027.
Melalui platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen yang didukung penyediaan perangkat pembelajaran digital di sekolah, pemerintah berharap transformasi pembelajaran dapat semakin merata.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif, memanfaatkan teknologi secara optimal, serta memperluas kesempatan belajar yang berkualitas.
Sebagai informasi, Rumah Pendidikan Kemendikdasmen menorehkan sejarah baru bagi Indonesia, untuk pertama kalinya, melalui penantian 14 tahun menjadi Winner (Juara Pertama) WSIS Prizes 2026 kategori e-Government pada ajang yang diselenggarakan oleh ITU-PBB. (esy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemendikdasmen Didesak Mengusulkan Guru PPPK menjadi PNS
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad





Komentar (0)