Perang Amerika Serikat (AS) Vs Iran belum mereda. Namun, AS mengakui rudalnya tak cukup untuk perang habis-habisan melawan Teheran.
Komando Pusat AS atau CENTCOM mengatakan pada Selasa bahwa militernya menargetkan "pusat komando militer Iran, fasilitas maritim, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta sistem pertahanan udara." Militer AS juga merilis rekaman terbaru serangan udara terhadap sejumlah lokasi di Iran.
"Pasukan Amerika tetap siaga dan siap meminta pertanggungjawaban Iran atas serangan yang tidak beralasan terhadap awak kapal sipil yang berupaya melintasi selat secara bebas dan terbuka," tulis CENTCOM.
Dilaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan opsi untuk melancarkan "perang yang lebih luas" melawan Teheran, seiring dengan semakin banyaknya pesawat tempur Amerika yang dikerahkan ke Timur Tengah.
Namun, seorang pejabat AS yang mengetahui pembahasan pemerintah, mengungkapkan bahwa operasi tersebut akan dibatasi oleh menipisnya persediaan pertahanan udara dan amunisi jarak jauh.
"Kita tidak memiliki cukup amunisi untuk mempertahankan operasi dengan aman, dan saya rasa Gedung Putih tidak menyadari hal itu," kata pejabat AS tersebut kepada The Washington Post, seperti dilansir The Telegraph, Selasa (21/7/2026).
AS telah memperluas serangannya dalam serangan selama sembilan hari berturut-turut terhadap Iran, semakin mendekati perang habis-habisan di kawasan itu.
(idn/fas)






Komentar (0)