Para pengunjuk rasa bentrok dengan polisi anti huru-hara selama protes menyusul kematian Abderrahim Fakir setelah ia ditahan oleh polisi selama upaya penangkapan, di Bologna, Italia, Senin (20/7/2026). (REUTERS/Michele Lapini)
2/7Para demonstran terlihat membarikade jalan dengan sepeda. Polisi anti huru hara mencoba mengendalikan kerumunan saat beberapa demonstran melemparkan benda-benda ke arah mereka. (REUTERS/Michele Lapini)
"Teriakan 'polisi pembunuh' dan 'seluruh dunia membencimu,' yang diteriakkan selama demonstrasi di Bologna ... sangat memalukan," kata Tommaso Foti, menteri urusan Eropa dalam pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni. (REUTERS/Michele Lapini)
4/7Beberapa orang melemparkan petasan di dekat gedung polisi di kota itu dan polisi bereaksi menggunakan gas air mata dan meriam air. (REUTERS/Michele Lapini)
Sekelompok demonstran duduk di sebuah alun-alun sambil memegang foto Fakir, menggambarkan tindakan tersebut sebagai isyarat protes tanpa kekerasan. (REUTERS/Michele Lapini)
6/7Abderrahim Fakir, seorang pengusaha kelahiran Maroko yang menjalankan bisnis kecil jasa pindahan dan pembersihan, meninggal pada Minggu (19/7/2027) setelah polisi dipanggil untuk menangani seorang pria yang berperilaku agresif dan merusak kendaraan, kata media Italia. (REUTERS/Michele Lapini)
7/7Insiden tersebut menuai tanggapan dari seluruh spektrum politik, dengan politisi oposisi menuntut pertanggungjawaban dan koalisi yang berkuasa membela petugas yang terlibat. (REUTERS/Michele Lapini)
Add as a preferredsource on Google





Komentar (0)