Kronologi Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Disergap Saat Hadiri Pesta hingga Misteri Jejak Digital

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Publik tengah dihebohkan dengan kasus dugaan penculikan atlet golf perempuan, Jesslyn Wijaya. Kronologi penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya perlahan terkuak dari pengakuan sejumlah saksi.

Merunut kronologi penculikan atlet golf, Jesslyn Wijaya menghilang usai usai disergap oleh sekelompok pria tak dikenal di sebuah restoran, kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Kejadian ini bermula saat korban tengah menghadiri perayaan ulang tahun sang nenek di restoran pada Senin (13/7/2026) malam.

Kuasa Jesslyn Wijaya, Andi Darti, menyebutkan berdasarkan kronologi penculikan atlet golf tersebut menurut penuturan saksi di lokasi, terdapat sekitar lima orang pria tak dikenal yang berada di restoran. Penyergapan dilakukan saat pesta baru akan dimulai.

"Menurut keterangan sejumlah saksi, sesaat sebelum acara ulang tahun dimulai, ketika seluruh persiapan telah selesai dan lagu ulang tahun akan diputar, korban diduga secara tiba-tiba ditutup matanya," kata Andi dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip dari Kompas.com pada Selasa (21/7/2026).

Kemudian, Jesslyn disebut diangkat dan digendong oleh dua orang laki-laki bertubuh besar menuju mobil berwarna hitam. Mendapat perlakuan tersebut, Jesslyn tidak tinggal diam dan berupaya sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari sekapan para pelaku, tetapi gagal.

"Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil. Kendaraan tersebut selanjutnya meninggalkan lokasi," ucap Andi.

Keluarga dan kerabat pun seketika kehilangan kontak dengan korban usai kejadian. Ponsel dan semua akun media sosial Jesslyn tidak lagi aktif dan tak bisa dihubungi. Saat ditelusuri ke apartemen tempat tinggal korban di Pluit, korban tidak berada di lokasi.

Karena rasa khawatir yang mendalam atas keselamatan Jesslyn, seorang teman dekat korban berinisial NAH (37) akhirnya mengambil langkah hukum dengan melaporkan peristiwa ini ke Polres Metro Jakarta Pusat pada Kamis (16/7/2026). Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.

CCTV Diklaim Rusak dan Misteri Jejak Digital

Sayangnya, penyelidikan awal di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sempat terkendala karena pihak restoran menyebut kamera pengawas di lokasi rusak.

"Pada saat dilakukan pengecekan di lokasi, diperoleh informasi bahwa rekaman CCTV restoran tidak dapat digunakan," tutur Andi.

 

Saat ditanyai perihal respons keluarga yang juga berada di lokasi saat penyergapan terjadi, Andi menyebut enggan berkomentar banyak demi menjaga privasi.

"Saat ini kami belum dapat memberikan keterangan lebih jauh mengenai komunikasi dengan pihak keluarga maupun hubungan pribadi antara pelapor dan terlapor, karena merupakan bagian dari privasi para pihak dan berkaitan dengan proses yang berjalan," ujarnya.

Di tengah upaya pencarian, muncul dua petunjuk yang saling bertolak belakang dan menambah teka-teki dalam kronologi penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya.

"Berdasarkan informasi lainnya yang diperoleh pelapor, terdapat indikasi bahwa pada 14 Juli 2026 korban melakukan perjalanan menuju Malaysia melalui Semarang," jelas Andi.

Akan tetapi, pelacakan terhadap gawai milik korban justru menunjukkan koordinat yang masih berada di Jakarta, tak jauh dari tempat tinggalnya. Pihaknya pun berharap aparat kepolisian bisa mengurai kebingungan dari perbedaan informasi tersebut.

"Pihak pelapor memperoleh informasi bahwa perangkat telepon seluler yang diduga milik korban masih terdeteksi berada di kawasan Puri Jimbaran (Jakarta Utara)," kata Andi.

"Selanjutnya, kami menghormati proses penyelidikan dan menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk melakukan pendalaman terhadap seluruh fakta yang ada," ujarnya memungkasi.

Polisi Lanjutkan Penyelidikan Meski Laporan Dicabut

Perkembangan terbaru, laporan dugaan penculikan terhadap Jesslyn Wijaya tengah diproses oleh Polres Metro Jakarta Pusat. Meskipun pelapor telah mengajukan pencabutan laporan.

Menanggapi pencabutan laporan ini, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra mengatakan penyidik belum menghentikan proses penyelidikan karena masih perlu memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

"Pada hari Minggu (19/7) pelapor datang ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk mencabut laporan. Namun kami dari Polres Metro Jakarta Pusat belum menghentikan penyelidikan karena kami masih belum menemukan keterangan perkara yang sebenarnya terjadi, apakah ada perbuatan pidana dalam peristiwa tersebut," kata Roby dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Antara pada Selasa (21/7/2026). (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KPK Jerat Bupati Lombok Barat Tersangka Pengaturan Proyek
• 6 jam lalu
0
thumb
Heboh! Timnas Spanyol Hapus Foto Donald Trump saat Selebrasi Juara Piala Dunia 2026, Apa Alasannya?
• 4 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Antam Turun ke Rp 2.601.000/Gram, Galeri24 Turun Jadi Rp 2.578.000
• 15 jam lalu
0
thumb
Dirjen Pajak Pastikan Pelibatan TNI-Polri Hanya Koordinasi Informasi, Bukan Pemeriksaan
• 6 jam lalu
0
thumb
Hasto Bantah PDIP Jadi Dalang Demo, Singgung Politik Kambing Hitam
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.