KOMPAS.TV - Tradisi Cethik Geni di Desa Gatak, Kecamatan Delanggu, kembali digelar pada Sabtu (19/7/2026). Rangkaian acara diawali dengan kenduri bersama yang melibatkan doa lintas agama sebagai simbol kerukunan dan toleransi warga Desa Gatak yang hidup berdampingan dalam keberagaman.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi sakral Guyangan Patung Lembu Suralaya.
Sebagai informasi, lumpia duleg merupakan jajanan khas yang menjadi produk asli warga Desa Gatak. Begitu pula dengan Tradisi Cethik Geni yang digelar setiap tahun.
Lumpia duleg dan Tradisi Cethik Geni telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI sejak 2022.
Ketua Panitia Tradisi Cethik Geni ke-8, Albertus Agung Arif Wibowo, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai upaya melestarikan makanan khas Gatak, Delanggu, Klaten, yakni lumpia duleg yang dikemas dalam Tradisi Cethik Geni.
Nama tradisi tersebut diambil dari awal mula produksi lumpia duleg yang ditandai dengan menyalakan api atau dalam bahasa Jawa disebut cethik geni. Sementara itu, lumpia duleg merupakan kuliner tradisional khas Desa Gatak, terutama di Dukuh Lemburejo.
“Kami berharap tradisi ini terus terawat dan dilestarikan sehingga potensi yang dimiliki Desa Gatak semakin dikenal oleh masyarakat luas,” paparnya.
Baca Juga: Klaten Fair 2026 Resmi Dibuka, Tampilkan Ratusan Produk Unggulan UMKM dan IKM Lokal
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, hadir secara langsung dalam pembukaan Tradisi Cethik Geni Desa Gatak.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Klaten menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan tradisi yang turut melestarikan potensi asli desa sehingga dapat bertahan di tengah gempuran kuliner modern.
Penulis : Pajrijihat
Sumber : Kompas TV
- Tradisi
- Jawa
- Modern
- Lumpia
- Kemenkumham
- Klaten






Komentar (0)